News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Redefinisi Rok: Busana Militer Pria yang Kini Jadi Atribut Wanita

Ina Herdiyana • Kamis, 19 Februari 2026 | 15:33 WIB
Rok. Ali Favorites
Rok. Ali Favorites

RadarBangkalan.id - Kalau sekarang kita lihat cowok pakai rok mungkin bakal dianggap aneh. Padahal, sejarah mencatat rok adalah busana universal yang awalnya justru menjadi standar pakaian kaum pria paling tangguh di dunia.

Fakta pertama ada di zaman Mesir Kuno. Pria kelas atas hingga Firaun mengenakan Schenti, sejenis rok pendek yang menunjukkan otoritas.

Di sana, rok adalah lambang status sosial dan fungsionalitas. Karena di tengah panasnya gurun, celana panjang adalah beban yang tidak praktis.

Masuk ke era prajurit Yunani dan Romawi, rok adalah seragam tempur yang sangat jantan. Para gladiator dan prajurit garis depan menggunakannya agar kaki bebas bergerak tanpa hambatan kain celana saat bermanuver di medan perang.

Menariknya, di zaman itu, pria yang memakai celana justru dianggap sebagai kaum bar-bar yang tidak beradab.

Pengertian ini berubah sekitar abad ke-14 di Eropa. Ketika teknik berkuda untuk perang semakin dominan, pria mulai meninggalkan rok karena tidak nyaman saat berada di atas pelana.

Perlahan, celana menjadi standar maskulinitas baru, sementara rok mulai bergeser sepenuhnya menjadi domain pakaian wanita.

Namun, sejarah tidak benar-benar menghapus jejak itu. Kilt di Skotlandia adalah sisa terakhir dari era tersebut.

Hingga detik ini, pria Skotlandia tetap mengenakan rok kotak-kotak sebagai simbol keberanian dan identitas nasional, bukan sebagai tren kecantikan.

Kini, rok berdiri sebagai bukti bahwa fungsi pakaian hanyalah konstruksi waktu. Apa yang hari ini dianggap elegan, dulunya adalah pakaian yang dipakai untuk bertaruh nyawa di medan perang.

Sejarah rok mengajarkan kita bahwa makna sebuah pakaian ditentukan oleh siapa yang memakainya dan untuk tujuan apa. (Athoya Hanin)

 

Editor : Ina Herdiyana
#wanita #busana militer #Redefinisi #rok #atribut