Radarbangkalan.id - Marc Marquez memiliki pandangan menarik terkait targetnya bersama Gresini Racing di MotoGP 2024,
yang menjadi musim debutnya mengendarai motor Ducati Desmosedici.
Sebagai pembalap baru di antara tujuh pembalap Desmosedici lainnya, Marquez menetapkan target untuk mengalahkan sosok terkencang di tim Ducati,
mengingat pengalaman serupa ketika pembalap baru bergabung dengan tim Honda.
"Secara logika, ketika seorang pembalap baru tiba di Honda, mereka 'mengincar' saya," kata Marquez dalam wawancara dengan Sky saat peluncuran tim Gresini.
"Sekarang saya akan melakukan hal yang sama dengan Pecco Bagnaia dan Jorge Martin, yang merupakan dua pembalap terkuat Ducati.
Saya harus belajar banyak hal dari mereka berdua untuk memahami cara mengendarai motor ini."
Marquez akan mengendarai Ducati Desmosedici GP23, yang sebelumnya digunakan oleh Bagnaia dan Martin dalam persaingan MotoGP 2023.
Dalam merespons pertanyaan tentang lawan terberatnya, Marquez menyebut dirinya sendiri.
"Lawan terberat? Pada akhirnya, saya lebih mengkhawatirkan diri saya sendiri, karena saya harus mengatur diri saya sendiri," ungkapnya.
"Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan, ekspektasinya sangat tinggi, tetapi saya ingin memulai dengan tenang."
Analogi yang digunakan Marquez untuk menjelaskan fokusnya adalah bahwa seperti saat makan terlalu cepat dapat menyebabkan gangguan pencernaan, begitu pula dengan berlebihan dalam mengejar target.
Sementara itu, Fonsi Nieto, Manajer tim Pramac Racing, memberikan peringatan kepada Marc Marquez terkait hasil tes MotoGP Valencia pada November 2023.
Meskipun Marquez menunjukkan kepuasan dengan performa motor Ducati Desmosedici, Nieto mengingatkan bahwa banyak pembalap kurang termotivasi mengikuti tes tersebut setelah melewati musim kompetisi yang melelahkan.
Nieto menjelaskan bahwa setelah satu musim penuh kompetisi MotoGP 2023, beberapa pembalap tidak sepenuhnya fokus pada tes di Valencia.
Ia menyoroti bahwa Marquez memberikan 100% usahanya dalam sesi tes, tetapi banyak pembalap lain yang kurang termotivasi dan hanya menunggu waktu berakhir.
"Saya juga akan memberi tahu Anda hal lain: Marc memberikan 100 persen yang dia miliki di sesi tes MotoGP Valencia, setelah semua yang terjadi dan dengan kemarahan yang menumpuk,
" kata Nieto. "Dan saya dapat memberitahu Anda bahwa banyak dari pembalap lain yang terus menerus melihat jam dan menanyakan waktu. Karena setelah seluruh kejuaraan,
kembali mengendarai motor pada hari Senin, dengan motor yang hampir sama. Mereka tidak termotivasi secara maksimal."
Editor : Ubaidillah