News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

KONI Bangkalan Protes, Atlet MMA Dicurangi Wasit di Porprov Jatim

Ina Herdiyana • Kamis, 26 Juni 2025 | 20:12 WIB
KECEWA: Pengurus KONI Bangkalan Hasan (jaket merah) menyerahkan berkas protes kepada panitia, Selasa (24/6). (KONI BANGKALAN UNTUK JPRM)
KECEWA: Pengurus KONI Bangkalan Hasan (jaket merah) menyerahkan berkas protes kepada panitia, Selasa (24/6). (KONI BANGKALAN UNTUK JPRM)

BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangkalan mengajukan surat protes karena merasa dirugikan dalam Porprov IX Jatim.

Terutama dalam pertandingan final cabang olahraga Indonesia Bela Diri Campuran Amatir-Mixed Martial Art (IBCA MMA).

KONI Bangkalan mengungkapkan ketidakpuasan terhadap keputusan wasit dalam pertandingan IBCA MMA kelas 56,7 kg putri.

Sebagai respons, mereka mengirimkan nota protes kepada PB IBCA MMA dan dewan hakim Porprov IX Jatim.

Baca Juga: Perjuangan Tim Futsal Bangkalan Berakhir meski Tampil Menggembirakan

Ketua Umum KONI Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far menjelaskan, protes tersebut diajukan karena keberatan terhadap jalannya laga final cabor IBCA MMA. 

Petarungnya bertanding melawan atlet tuan rumah dari Kota Malang untuk memperebutkan medali emas.

Di ronde terakhir, terjadi kericuhan ketika Sheril Irmaulia Cantika, petarung Bangkalan, terkena pukulan di wajah dan kemudian dipukul dari belakang oleh lawan. "Tindakan tersebut sebenarnya dilarang dalam pertandingan," tambahnya.

Wasit menghentikan pertandingan di ronde ketiga dan menyatakan atlet Bangkalan KO (knockout) meskipun di papan skor menunjukkan bahwa tim Bangkalan yang unggul.

Baca Juga: Atlet KONI Bangkalan Tampil Gemilang di Porprov IX Jawa Timur

"Wasit kemudian memindahkan atlet ke sudut netral, tetapi tiba-tiba ada ofisial dari Kota Malang yang masuk ke arena," ujarnya.

Setelah terjadi keributan dan pertandingan sempat dihentikan, wasit mengumumkan bahwa atlet dari Kota Malang dinyatakan sebagai pemenang.

Akibatnya, KONI Bangkalan mengajukan protes resmi dan menarik semua atlet IBCA MMA mereka, karena dianggap pertandingan tersebut tidak sportif.

"Panitia pelaksana tidak profesional dan tidak dapat menjamin keamanan serta keselamatan atlet. Kami memutuskan untuk membawa pulang atlet kami yang sudah mencapai final," tegasnya. (za/jup)

Editor : Ina Herdiyana
#surat protes #koni bangkalan #Layangkan