BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Masa depan Madura United (MU) sebagai tuan rumah di Pamekasan musim depan berada dalam ketidakpastian.
Hal itu menyusul kegagalan Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) dalam verifikasi yang dilakukan oleh PT Liga Indonesia Baru (LIB), penyelenggara kompetisi nasional.
Manajer MU Umar Wachdin mengungkapkan bahwa PT LIB telah mengedarkan surat edaran kepada seluruh klub peserta liga agar memaksimalkan penggunaan stadion yang mendapatkan bantuan renovasi dari Kementerian PUPR pada 2024.
Namun, hasil verifikasi terhadap SGMRP menunjukkan sejumlah kekurangan yang belum dipenuhi.
Akibatnya, skuad Laskar Sape Kerrap berpotensi harus menjalani kompetisi tanpa stadion tetap alias menjadi tim musafir.
”Kami sudah mengajukan permintaan kepada Dispora Pamekasan agar segera menindaklanjuti kekurangan fasilitas yang ada,” kata Umar.
Dia berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan segera merespons dan memperbaiki catatan yang diberikan PT LIB.
Dengan demikian, stadion yang berlokasi di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, itu bisa digunakan tepat waktu saat kompetisi dimulai Agustus mendatang.
Beberapa aspek yang menjadi penyebab tidak lolosnya SGMRP dalam proses verifikasi antara lain kondisi rumput yang kurang terawat, toilet yang rusak, serta posisi kamera pertandingan yang tidak sejajar dengan kotak penalti.
Kemungkinan untuk kembali menggunakan Stadion Gelora Bangkalan (SGB) juga dianggap tidak realistis.
Sebab, hampir seluruh aset komersial klub telah dipindahkan ke Pamekasan. Proses relokasi ulang dinilai akan memerlukan biaya yang tidak sedikit.
Baca Juga: Turun Peringkat, Kontingen Pamekasan Akhiri Porprov IX Jatim di Posisi Ke-25
”Kalau memang SGMRP tidak bisa digunakan, kami sudah siapkan opsi cadangan, yakni memakai stadion-stadion lain di wilayah Jawa Timur,” pungkasnya. (jup)
Editor : Ina Herdiyana