SURABAYA,Radarbangkalan.id– Laga uji coba bertajuk Team Launching Game antara Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman tak hanya soal kemenangan 1-0 yang diraih tuan rumah, tapi juga menjadi gambaran awal kekuatan dan kelemahan masing-masing tim jelang kompetisi Liga 1 2025/2026.
Persebaya tampil disiplin dan sabar membangun serangan sepanjang laga. Meski tak banyak peluang tercipta, lini tengah Green Force bermain rapi dan konsisten menjaga ritme. Gol semata wayang Bruno Moreira di menit ke-71 menjadi hasil dari kerja keras tim secara kolektif.
Sebaliknya, bagi PSS Sleman, laga ini menjadi bahan evaluasi penting. Meski unggul dalam beberapa fase permainan, seperti jumlah tendangan bebas dan penguasaan bola di babak pertama, mereka gagal mengonversi peluang menjadi gol. Penyelesaian akhir jadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih Pieter Huistra.
Kartu kuning untuk Bruno Moreira dan Dejan Tumbas menandakan tingginya tensi laga meski berstatus uji coba. Kedua tim menunjukkan determinasi kuat, yang menunjukkan bahwa persiapan mereka untuk musim baru benar-benar serius.
Atmosfer stadion juga tak kalah panas. Ribuan Bonek hadir memberi dukungan penuh, menunjukkan bahwa semangat suporter tetap membara, bahkan untuk laga non-kompetitif sekalipun. Kehadiran mereka menjadi energi tambahan bagi pemain Persebaya untuk bermain lebih militan.
Secara keseluruhan, laga ini menjadi cermin yang penting bagi kedua pelatih. Eduardo Perez akan membenahi aspek transisi dan penyelesaian akhir, sementara PSS perlu perbaikan koordinasi lini belakang. Kemenangan tipis ini menjadi sinyal awal bahwa Persebaya siap menyambut musim kompetisi dengan optimisme tinggi.
Editor : Mohammad Sugianto