LARI merupakan olahraga yang mengedepankan kekuatan, kelenturan, hingga daya tahan tubuh.
Untuk itu, baik pelari profesional maupun pemula, dibutuhkan stamina yang kuat dan kemampuan kecepatan yang bisa diandalkan.
Salah satu jenis latihan yang bisa dilakukan untuk meingkatkan kecepatan yaitu dengan latihan interval.
Latihan interval adalah tata cara latihan yang mencampurkan kinerja berulang antara bekerja dan istirahat.
Aspek yang perlu diperhatikan dalam latihan ini yaitu durasi, konsistensi, jumlah pengulangan latihan, hingga interval pemulihan setelah pemulihan.
Teknik Latihan Interval pada Lari
Latihan interval mampu mendorong kemampuan pelari agar lebih cepat dan kuat selama kompetisi.
Latihan ini dapat meningkatkan daya tahan otot sehingga efektif digunakan saat berlari.
Agar lebih optimal, dapat menyimak teknik latihan interval berikut ini:
- Melakukan Pemanasan yang Benar
Mengutip dari Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan dan Sains, pemanasan saat berolahraga dapat memberikan manfaat bagi tubuh untuk meningkatkan kondisi tubuh menjadi lebih baik dan mengurangi risiko cedera.
- Lari Sprint
Lari pada latihan interval dapat dilakukan dengan lari cepat (sprint) dengan durasi 6–8 detik dan jarak 40 meter. Latihan ini dapat dilakukan sebanyak 10 kali dengan interval istirahat selama 1–2 menit.
- Pendinginan
Mengutip dari Jurnal PKM Ilmu Kependidikan, pendinginan setelah latihan dapat merilekskan otot-otot tubuh yang telah melakukan aktivitas fisik berat maupun sedang.
Jenis-Jenis Lari Interval
Dalam olahraga ini, terdapat beberapa jenis latihan interval yang biasanya diterapkan, yaitu:
- Short Interval (lari interval jarak pendek): interval ini dilakukan dengan lari sprint selama 60 detik dan diselingi dengan istirahat singkat.
- Long Interval (lari interval panjang): interval yang berlangsung lebih dari 60 detik namun tetap dengan intensitas tinggi. Detikers dapat melakukan sprint selama 90 detik kemudian jalan santai selama 2-3 menit.
- Progressive Interval (lari interval progresif): latihan interval dengan meningkatkan intensitas lari untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan.
- Pyramid Interval (lari interval piramida): lari ini dapat dilakukan dengan durasi sprint yang meningkat lalu berkurang secara bertahap. Lari cepat dapat dilakukan dengan durasi terendah kemudian meningkat, yaitu 15 detik, 30 detik, dan 45 detik. Setelah itu, kembali lagi ke awal. Jangan lupa istirahat di sela-sela waktu.
Itulah ulasan terkait latihan interval sebagai kunci pelari untuk meningkatkan kekuatan dan stamina. (Naufal)
Editor : Ina Herdiyana