PAMEKASAN – Harapan Madura United (MU) membawa pulang poin dari Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, sirna.
Laskar Sape Kerrap dipaksa menyerah dengan skor 1-0 saat menghadapi Borneo FC, Sabtu (22/11).
Gol tunggal Douglas Coutinho di menit-menit akhir memperpanjang catatan manis Pesut Etam di kandang. Yakni, menang secara beruntun dari 11 pertandingan yang dijalani.
Kendati demikian, pelatih MU Carlos Parreira menilai tim tampil dengan progres yang menjanjikan.
Pelatih asal Brasil itu mengatakan, kekalahan atas Borneo FC harus menjadi pembelajaran bagi skuadnya ditangani beberapa hari terakhir.
”Permainan malam ini berjalan dengan baik. Apalagi, melawan tim sebesar Borneo FC sebagai pemuncak klasemen. Ini adalah proses,” ujarnya.
Parreira mengaku sangat bangga dengan penampilan anak asuhnya. Timnya menunjukkan spirit tempur luar biasa sepanjang pertandingan. Mental bertanding pemain tidak pernah ciut.
Dari lini depan, penyerang MU Aji Kusuma menegaskan bahwa tim datang ke Samarinda bukan tanpa persiapan yang matang.
Pelatih dan pemain sudah menyusun strategi selama sepuluh hari terakhir untuk menghadapi tekanan tuan rumah Borneo FC, meski hasil akhir tak berpihak.
”Kami bukan tidak punya kesempatan untuk mencetak gol atau memenangkan pertandingan malam ini (Sabtu [22/11], Red). Tapi, inilah sepak bola. Kita kecolongan di menit-menit akhir pertandingan,” ungkap mantan pemain Persita Tangerang itu.
Sementara itu, pelatih Borneo FC Fabio Lefundes mengakui bahwa ancaman MU tidak bisa dianggap remeh.
Dia menilai Sape Kerrap datang dengan komposisi pemain yang kuat. Pelatih berusia 55 tahun itu percaya bahwa mereka datang dengan komposisi pemain kuat.
”Kami sudah atur strategi. Madura United punya pemain bagus seperti Balotelli, Aji Kusuma, dan banyak lagi. Mereka sangat solid dan kita antisipasi itu. Kami sesuaikan jalannya pertandingan, mulai dari pergantian pemain dan lainnya. Semua tim bermain bagus,” jelas Fabio. (afg/jup)
Editor : Ina Herdiyana