RadarBangkalan.id – Madura United (MU) bersiap menghadapi ujian penting saat menjamu PSIM Jogjakarta di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (10/1).
Laga ini bukan sekadar pertandingan lanjutan Super League, tetapi juga bertepatan dengan momentum hari jadi klub.
Laskar Sape Kerrap tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tampil di depan publik sendiri. Hasil kurang maksimal di laga sebelumnya membuat duel kontra PSIM menjadi titik balik yang wajib dimenangkan demi menjaga stabilitas tim.
Pelatih MU Carlos Parreira menegaskan, persiapan tim dilakukan lebih terstruktur sepanjang pekan.
Fokus utama diarahkan pada penguatan organisasi permainan, keseimbangan antar lini, serta peningkatan kepercayaan diri pemain.
”Ini pertandingan penting, bukan hanya soal poin, tapi juga soal identitas dan tanggung jawab bermain di kandang sendiri,” ungkap Parreira. Dia menilai, para pemain mulai memahami filosofi permainan yang diterapkan.
Dari sisi teknis, MU berupaya memaksimalkan keunggulan bermain di kandang sendiri. Transisi cepat dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi pekerjaan rumah utama setelah tim kerap gagal memanfaatkan peluang.
Laga kandang tersebut juga menjadi barometer adaptasi MU selama ditukangi Parreira.
Dukungan moral dari suporter diharapkan menjadi energi tambahan, meski tekanan untuk menang di laga spesial tak terelakkan.
Sementara itu, PSIM Jogjakarta juga datang dengan status kuda hitam. Tim tamu dikenal disiplin dan memiliki organisasi pertahanan cukup solid.
Kondisi itu membuat MU dituntut tampil lebih sabar dan cerdas dalam membongkar pertahanan lawan. (afg/han)
Editor : Ina Herdiyana