RadarBangkalan.id – Malam spesial Madura United (MU) di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) berakhir pahit Sabtu (10/1).
Laskar Sape Kerrap takluk 0–3 dari PSIM Jogjakarta di hari ulang tahun (HUT) ke-10 klub.
Kepahitan semakin terasa karena pertandingan itu juga bertepatan dengan HUT Presiden MU Achsanul Qosasi. Di luar dugaan, tim tamu yang justru mempermalukan MU dengan skor telak.
MU sejatinya tampil cukup berani sejak awal laga. Beberapa peluang diciptakan Lulinha dan kawan-kawan, namun gagal dikonversi menjadi gol.
Kebuntuan itu menjadi titik balik saat PSIM mampu memanfaatkan momentum krusial dengan unggul lebih awal.
Situasi tuan rumah makin berat setelah Nurdiansyah diganjar kartu merah langsung pada babak injury time babak akibat pelanggaran keras. Bermain dengan sepuluh pemain membuat organisasi permainan MU mulai goyah.
PSIM langsung menghukum. Fahreza Sudin membuka keunggulan pada menit ke-56. Dua menit kemudian, Franco Ramos Mingo menggandakan keunggulan. Gol di menit ke-58 itu mampu mendiamkan seisi stadion.
Beban tim tuan rumah samakin berat setelah Fahreza kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-63.
Tiga gol dalam waktu kurang dari 10 menit tersebut berlanjut hingga akhir pertandingan.
MU kian terpuruk jelang laga usai. Penjaga gawang Miswar Saputra ikut diusir wasit setelah menerima kartu merah pada menit-menit akhir pertandingan sehingga membuat Sape Kerrap harus menyelesaikan laga dengan sembilan pemain.
Pelatih MU Carlos Alberto Parreira menilai, timnya memiliki banyak peluang dalam pertandingan tersebut.
Baca Juga: Tundukkan Perseta Tulungagung, Perseba Bangkalan Optimistis Lolos 16 Besar Liga 4 Jatim
Karena itu, dia memastikan evaluasi internal menjadi agenda utama tim menjelang sisa kompetisi.
Parreira juga menyoroti insiden kartu merah yang memengaruhi ritme permainan timnya. Dia mengatakan, tim harus mampu menjaga konsistensi dan kedisiplinan.
”Kita perlu evaluasi serius. Efektivitas di sepertiga akhir dan kontrol emosi harus kami perbaiki,” katanya.
Sementara itu, Pelatih PSIM Joghakarta Jean-Paul van Gastel memuji kedisiplinan dan eksekusi anak asuhnya di duel tandang ini.
Dia menilai, tim mampu membaca peluang dengan baik setelah memperoleh superioritas jumlah pemain.
”Kami datang ke sini dengan fokus tinggi. Para pemain menjalankan instruksi dengan disiplin dan berhasil memaksimalkan momen penting pertandingan,” tukas pelatih berkebangsaan Belanda itu. (afg/jup)
Editor : Ina Herdiyana