RadarBangkalan.id – Persepam kembali menunjukkan taringnya. Skuad Laskar Ronggosukowati sukses membungkam Persema Malang dengan skor telak 4-0 Senin (19/1). Para pemain mengandalkan tekanan tinggi sejak menit awal.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Persepam langsung mengurung pertahanan lawan. Tekanan agresif membuat Persema kesulitan mengembangkan permainan dan kehilangan kontrol di awal laga.
Gol cepat Pandu Winata pada menit ke-2 menjadi bukti jika pemain mendominasi permainan. Penyerang Persepam itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-28, memanfaatkan celah pertahanan Persema yang tak solid.
Keunggulan Persepam bertambah jelang turun minum. Adam Anis dengan tenang mengeksekusi penalti di menit 45+1. Hasil itu memastikan Persepam unggul nyaman di babak pertama.
Memasuki paruh kedua, tempo permainan tetap dijaga. Persepam tak memberi ruang bagi Persema untuk bangkit hingga Pandu Winata melengkapi penampilan impresifnya lewat gol ketiga di masa injury time, menit 90+2.
Pelatih Persepam Anis Fuad mengapresiasi cara bermain anak asuhnya. Menurut dia, para pemain tampil lepas dan tidak terbebani target. Sehingga, mampu menuntaskan laga awal babak perempat final dengan poin penuh.
”Alhamdulillah anak-anak bermain bagus dan lepas, seperti tidak ada beban,” ujar Anis.
Baca Juga: Real Sociedad Hentikan Rentetan Kemenangan Barcelona Usai Menang 2-1
Menatap laga berikutnya, Anis menegaskan timnya tidak akan terlena. Siapa pun lawan selanjutnya, termasuk tuan rumah, Pasuruan tetap harus dihadapi dengan sikap waspada.
”Lawan siapa pun yang penting jangan menganggap remeh. Kita usaha, yang menentukan tetap yang di atas,” tegasnya.
Asisten Pelatih Persepam Deddy Kurniawan menambahkan, tekanan sejak menit awal menjadi skema yang sengaja dipertahankan. Perubahan di lini serang disebutnya berjalan efektif.
”Anak-anak bermain menekan sejak awal, Spartan dengan tempo tinggi. Ada beberapa perubahan komposisi dan itu benar-benar efektif. Kami ingin memperkuat komunikasi antar lini agar koneksi permainan semakin solid di laga-laga krusial,” tukasnya. (afg/bil)
Editor : Ina Herdiyana