RadarBangkalan.id – Madura United (MU) kembali gagal memaksimalkan laga kandang. Menjamu PSBS Biak di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (31/1) malam, Laskar Sape Kerrap harus puas berbagi angka usai bermain imbang tanpa gol.
Hasil imbang tersebut memperpanjang catatan negatif MU. Sebab, tim kebanggaan masyarakat Pulau Garam puasa kemenangan di empat laga terakhirnya.
Pelatih MU Carlos Alberto Parreira mengakui target tiga poin yang ditetapkan sebelumnya tak tercapai.
Rencana untuk mengamankan tiga poin di kandang harus kandas usai tim lawan bermain disiplin selama pertandingan.
Dia mengaku telah membaca kecenderungan permainan tim tamu. PSBS Biak tampil disiplin dengan blok rendah yang mematikan ruang gerak Lulinha dan kawan-kawan. Parreira menilai situasi itu merusak permainan timnya.
Pelatih asal Brasil itu menyebut pergantian pemain di babak kedua sempat mengubah ritme permainan.
Tekanan meningkat, tetapi ketajaman masih menjadi masalah. ”Kami coba dengan pergantian pemain, tetapi itu belum cukup untuk memenangkan pertandingan,” ujarnya.
Meski begitu, Parreira tetap memuji respons anak asuhnya selepas turun minum. MU lebih dominan dan terus menekan pertahanan lawan. Namun, beberapa peluang yang tercipta justru gagal dimanfaatkan pemain.
Sementara itu, Caretaker PSBS Biak Kahudi Wahyu Widodo mengaku cukup puas dengan eksekusi taktik anak asuhnya.
Nurhidayat dan kawan-kawan mampu bertahan rapi meski kehilangan tiga pemain penting akibat akumulasi kartu.
”Kami mencoba menguasai bola lebih lama. Sehingga, lawan terpancing untuk pressing. Di babak kedua kami antisipasi dengan memasukkan pemain yang bertahan. Mereka bisa melakukan rencana dengan konsisten,” tukasnya. (afg/jup)
Editor : Ina Herdiyana