RadarBangkalan.id - Olimpiade Musim Dingin 2026 yang digelar di Milano–Cortina, Italia, menjadi salah satu ajang olahraga musim dingin paling bergengsi di dunia. Perhelatan edisi ke-25 ini berlangsung pada 6–22 Februari 2026 dan diikuti ribuan atlet dari puluhan negara.
Baca Juga: Italia Raih Emas Perdana Snowboard di Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano Cortina
Sebanyak sekitar 116 nomor pertandingan dipertandingkan dalam 16 cabang olahraga musim dingin yang tersebar di berbagai kota di Italia. Olimpiade Musim Dingin 2026 menjadi panggung persaingan atlet elite dunia dalam berbagai disiplin olahraga es dan salju.
Baca Juga: Timnas U17 Indonesia Dibantai China 0-7 di Laga Uji Coba Internasional
Daftar Cabang Olahraga Olimpiade Musim Dingin 2026
Mengutip laman resmi Olympics, cabang olahraga yang dipertandingkan mencakup ski alpine, biathlon, bobsleigh, ski lintas alam, curling, seluncur indah, ski gaya bebas, hoki es, luge, nordic combined, seluncur cepat lintasan pendek, skeleton, lompat ski, ski gunung (ski mountaineering), snowboard atau seluncur salju, serta seluncur cepat.
Baca Juga: Real Madrid Kalahkan Valencia 2-0, Terus Tempel Barcelona di Puncak Klasemen
Cabang olahraga ski menjadi yang paling dominan. Ski alpine mempertandingkan nomor downhill, slalom, dan super-G. Sementara ski lintas alam dan biathlon memadukan daya tahan fisik dengan akurasi menembak.
Ski gaya bebas dan snowboard menyajikan aksi atraktif seperti halfpipe, big air, dan slopestyle yang selalu menarik perhatian penonton.
Baca Juga: Terlibat Perkara Asusila, Dua Anggota Polri Jalani Sidang Etik di Polda Jambi
Snowboarding, Olahraga Ekstrem Penuh Kreativitas
Snowboarding dikenal sebagai cabang olahraga yang identik dengan aksi ekstrem dan kebebasan berekspresi. Pada Olimpiade Musim Dingin 2026, seluncur salju kembali mencuri perhatian publik, terutama setelah atlet Jepang mencatatkan prestasi bersejarah.
Baca Juga: Ratu Rizky Nabila Ungkap Awal Jatuh Cinta ke Pesulap Merah, Ngaku Mendekat Duluan
Dilansir dari Britannica, snowboarding merupakan olahraga musim dingin yang lahir dari perpaduan ski, selancar, dan skateboard. Atlet meluncur menuruni lereng bersalju dengan berdiri di atas satu papan, dengan posisi kaki hampir tegak lurus terhadap arah papan.
Berbeda dengan ski, snowboarding tidak menggunakan tongkat dan umumnya memakai sepatu bot lentur hingga semi-lentur untuk menjaga keseimbangan saat bermanuver.
Baca Juga: Viral Penganiayaan Guru Tugas Pesantren di Sampang, Polisi Turun Tangan
Olahraga ini mulai berkembang pada dekade 1960-an dan 1970-an, melonjak popularitasnya pada era 1980-an, sebelum resmi masuk Olimpiade Musim Dingin pada 1998.
Bagi komunitasnya, snowboarding bukan sekadar olahraga, melainkan ruang ekspresi yang memadukan adrenalin, kreativitas, dan keindahan alam.
Baca Juga: Pria di Tambora Jakbar Viral Diduga Gendong Mayat, Polisi Lakukan Penyelidikan
Duo Snowboarder Jepang Sabet Emas dan Perak
Tim snowboard Jepang tampil gemilang pada final Big Air putra Olimpiade Musim Dingin Milano–Cortina 2026 yang digelar di Livigno, Pegunungan Alpen Italia.
Dua atlet Jepang, Kira Kimura dan Ryoma Kimata, sukses merebut medali emas dan perak, sekaligus menyingkirkan juara bertahan asal China, Su Yiming.
Baca Juga: Microsleep Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Artis Diva Mara di Tol Jagorawi
Kira Kimura, atlet berusia 21 tahun, sempat tergelincir pada percobaan keduanya. Namun, ia bangkit pada lompatan terakhir dengan menampilkan trik switch backside 1900 yang memukau juri dan mengamankan medali emas Olimpiade pertamanya.
Kimura menutup kompetisi dengan total skor 179,50 poin, unggul atas Kimata yang meraih 171,50 poin. Kimata mengaku puas dengan penampilannya di final setelah mengerahkan seluruh kemampuannya.
Baca Juga: Video Viral “Cukur Kumis” TikTok Bikin Heboh, Warganet Ramai Cari Versi Full
Su Yiming Akui Tekanan Berat di Final Big Air
Juara bertahan Su Yiming harus puas membawa pulang medali perunggu dengan total nilai 168,50 poin. Atlet China berusia 21 tahun tersebut mengambil risiko besar dengan mencoba teknik putaran sulit, namun kesalahan pendaratan pada percobaan kedua membuatnya gagal bersaing di dua posisi teratas.
Baca Juga: Video Viral Wanita “Sok Imut” Diklaim Punya Versi 35 Menit, Warganet Ramai Cari Link
Meski demikian, Su tetap bangga dengan pencapaiannya. Ia menyebut koleksi medali Olimpiade yang lengkap sebagai prestasi besar dalam kariernya.
Dalam nomor Big Air, atlet dinilai berdasarkan dua lompatan terbaik dari tiga kesempatan, dengan kompetisi berlangsung pada malam hari di bawah sorotan lampu.
Baca Juga: Jmail.world Jadi Jalan Pintas Akses Epstein Library, Ini Cara Menggunakannya
Nomor ini dikenal menyuguhkan aksi udara spektakuler dengan putaran dan jungkir balik di ketinggian.
Seluruh peraih medali Big Air dijadwalkan kembali berlaga pada nomor slopestyle snowboarding yang dimulai 16 Februari 2026. Kimura pun menegaskan ambisinya untuk kembali memburu medali emas.
Editor : Ubaidillah