News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Rich Ruohonen Cetak Sejarah, Jadi Atlet AS Tertua di Olimpiade Musim Dingin 2026

Ubaidillah • Jumat, 13 Februari 2026 | 06:35 WIB
Menunggu 40 Tahun, Rich Ruohonen Akhirnya Tampil di Olimpiade Milano Cortina. (Odd Andersen/AFP via Getty Images)
Menunggu 40 Tahun, Rich Ruohonen Akhirnya Tampil di Olimpiade Milano Cortina. (Odd Andersen/AFP via Getty Images)

RadarBangkalan.id - Rich Ruohonen telah mengejar mimpi Olimpiade hampir selama 40 tahun. Pada usia 54 tahun, ia akhirnya merasakan atmosfer Olimpiade Musim Dingin 2026 Milano Cortina sebagai pemain cadangan Team Casper, tim curling Amerika Serikat yang diisi atlet-atlet generasi Z.

Baca Juga: Jordan Stolz Pecahkan Rekor Olimpiade 1.000 Meter, Raih Emas Dramatis di Milan

Kesempatan itu menjadi sangat berarti bagi Ruohonen, yang selama puluhan tahun tak pernah berhenti mencoba menembus panggung olahraga tertinggi dunia.

"Just to throw one rock would be the greatest moment of my life. My kids know it, and my wife knows it as well. So they're not going to be mad at me for saying it wasn't my wedding day," Ruohonen said, at a press conference earlier this week.

Baca Juga: Video Winda Can Viral di Media Sosial, Warganet Berburu Link Asli

Pecahkan Rekor Usia Atlet AS

Momen bersejarah itu akhirnya datang pada Kamis waktu setempat. Ruohonen resmi mencatatkan diri sebagai atlet Amerika Serikat tertua yang pernah tampil di Olimpiade Musim Dingin.

Ia memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh atlet seluncur indah Joseph Savage, yang tampil pada usia 52 tahun di Olimpiade Musim Dingin Lake Placid 1932.

Baca Juga: iPhone 17e Resmi Meluncur 19 Februari 2026, Performa Flagship dengan Harga Lebih Terjangkau

Ruohonen turun dalam pertandingan melawan tim Swiss, Team Schwaller. Setelah end ketujuh, Amerika Serikat tertinggal enam poin dan peluang menang nyaris tertutup. Pada awal end kedelapan, Ruohonen masuk sebagai pemain pengganti, melempar dua batu dan membantu menyapu jalur untuk lemparan rekan setimnya.

Baca Juga: Romi Jahat Meninggal Dunia, Vokalis Romi & The Jahats Berpulang di Usia Produktif

"Yeah, baby, good shot Rich," teriak skip Danny Casper saat batu Ruohonen berhenti sempurna sebagai corner guard.

Tak lama berselang, tim Amerika Serikat memutuskan menyerah dalam pertandingan tersebut. Saat ini, Team Casper mencatatkan rekor satu menang dan satu kalah, setelah sebelumnya mengalahkan Republik Ceko. Mereka masih harus menjalani tujuh pertandingan lagi di babak penyisihan.

Baca Juga: Chloe Kim Bidik Hat-trick Emas Snowboard Halfpipe di Olimpiade Musim Dingin 2026

Pengakuan dari Rekan Setim

Danny Casper menegaskan bahwa keputusan menurunkan Ruohonen bukanlah bentuk belas kasihan, melainkan penghargaan atas kemampuannya.

Baca Juga: Manchester City Hajar Fulham 3-0, Jarak dengan Arsenal Tinggal Tiga Poin

"We're not doing him a favor by putting him in. He deserves it," Casper said after the match. "They're looking at me after that end, like, should we put him in? Like it's something that was not the most obvious decision ever. It was already on our mind, and glad to get (him) in."

Perjalanan Panjang Penuh Air Mata

Upaya Ruohonen untuk menembus Olimpiade dimulai sejak 1988, ketika curling masih berstatus cabang olahraga ekshibisi di Olimpiade Musim Dingin Calgary. Sejak saat itu, ia terus mencoba, meski berkali-kali harus menelan kegagalan.

Baca Juga: Real Madrid Kalahkan Valencia 2-0, Terus Tempel Barcelona di Puncak Klasemen

"I've narrowly missed the Olympics numerous times, including four years ago…[when] my men's team took third. I've had so much heartbreak," Ruohonen says.

Namun semua penantian dan kekecewaan itu terbayar lunas di Milano Cortina.

"To get here and throw two rocks is all I wanted, and it means that perseverance pays off," he says. "All those times when maybe the luck wasn't going my way, it went my way this time."

Baca Juga: Cara Cek Status BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak dengan Mudah

Kisah Rich Ruohonen menjadi bukti bahwa ketekunan dan keyakinan dapat membawa seseorang mencapai mimpi, bahkan ketika waktu dan usia seolah tak lagi berpihak.

Editor : Ubaidillah
#Milano Cortina 2026 #atlet tertua Olimpiade AS #curling Amerika Serikat #Rich Ruohonen #Olimpiade Musim Dingin 2026