RadarBangkalan.id - Dunia esports sepak bola kembali memanas memasuki tahun 2026. Lanskap kompetisi digital kini menunjukkan skala global yang semakin besar, seiring kolaborasi Konami dan FIFA melalui eFootball yang menjadi salah satu panggung utama esports sepak bola dunia.
Baca Juga: Jordan Stolz Pecahkan Rekor Olimpiade 1.000 Meter, Raih Emas Dramatis di Milan
Setelah edisi sebelumnya mencatat sekitar 16,51 juta peserta dan mengukuhkan diri sebagai salah satu aktivitas esports sepak bola terbesar di dunia, turnamen eFootball tahun ini kembali naik level. Partisipasi semakin luas dan format kompetisi kian matang, menarik perhatian jutaan penggemar dari berbagai belahan dunia.
Baca Juga: Atlet Skeleton Asal Texas Jadi Satu-satunya Wakil Puerto Rico di Olimpiade 2026
eFootball Challenger Series Jadi Gerbang FIFAe World Cup 2026
Konami secara resmi memulai eFootball Challenger Series pada 12 Februari 2026 sebagai bagian dari rangkaian menuju FIFAe World Cup 2026 featuring eFootball. Turnamen ini menjadi tahap awal bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan sebelum memasuki fase kualifikasi internasional.
Baca Juga: Video Winda Can Viral di Media Sosial, Warganet Berburu Link Asli
Antusiasme komunitas global terasa semakin kuat dengan kehadiran lebih dari 110 negara dan wilayah anggota FIFA, angka tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan kompetisi ini. Beberapa negara baru seperti Kroasia, Kenya, dan Tunisia resmi bergabung, menegaskan bahwa eFootball telah berkembang menjadi ajang esports global yang inklusif.
Baca Juga: Romi Jahat Meninggal Dunia, Vokalis Romi & The Jahats Berpulang di Usia Produktif
Inovasi Format dan Sistem Kompetisi
Selain perluasan partisipasi, inovasi format juga menjadi sorotan utama. Pada divisi Mobile, untuk pertama kalinya diterapkan sistem 2v2 secara keseluruhan, menyelaraskan regulasi dengan divisi Console. Perubahan ini membuka ruang strategi baru yang menuntut koordinasi, komunikasi, dan pemahaman permainan yang lebih mendalam.
Baca Juga: iPhone 17e Resmi Meluncur 19 Februari 2026, Performa Flagship dengan Harga Lebih Terjangkau
Meski demikian, khusus untuk Challenger Series, format pertandingan tetap menggunakan sistem 1v1. Dengan begitu, kemampuan individu tetap menjadi fondasi utama sebelum pemain berkembang ke dinamika kerja sama tim pada level kompetisi yang lebih tinggi.
Baca Juga: Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Manipulasi Ekspor CPO Berkedok Limbah POME
Challenger Series terbagi ke dalam dua divisi utama, yakni Console Division dan Mobile Division. Sistem seleksi calon wakil tim nasional didasarkan pada performa pemain dalam pertandingan melawan AI, laga PvP, serta event berbasis peringkat.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-17 Kalah Dramatis 2-3 dari China, Tunjukkan Progres Signifikan
Tahapan Challenger Series eFootball 2026
Babak awal Round 1 hingga Round 2 berlangsung pada 12–19 Februari 2026 menggunakan mode Dream Team dalam format Challenge Event, yang mencakup pertandingan melawan AI dan PvP. Selanjutnya, Round 3 digelar pada 19–22 Februari 2026 dengan format Ranking Event PvP, tetap menggunakan mode Dream Team.
Performa pemain dalam seluruh fase ini akan menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi asosiasi sepak bola di masing-masing negara untuk menentukan wakil nasional mereka.
Namun, hasil Challenger Series tidak secara otomatis menjamin tempat di tim nasional, karena keputusan akhir tetap berada di tangan federasi sepak bola dengan mempertimbangkan berbagai faktor lain.
Baca Juga: Chloe Kim Bidik Hat-trick Emas Snowboard Halfpipe di Olimpiade Musim Dingin 2026
Seleksi Ketat Menuju Panggung Dunia
Perlu dicatat bahwa tidak semua negara atau wilayah memenuhi syarat untuk tampil di FIFAe World Cup 2026. Hal ini membuat proses seleksi dan kualifikasi menjadi semakin kompetitif dan eksklusif, sekaligus meningkatkan gengsi turnamen.
Baca Juga: Manchester City Hajar Fulham 3-0, Jarak dengan Arsenal Tinggal Tiga Poin
Dengan skala partisipasi terbesar, format kompetisi yang terus berkembang, serta dukungan penuh dari Konami dan FIFA, eFootball Challenger Series 2026 menjadi bukti bahwa esports sepak bola kini benar-benar memasuki era global yang semakin matang.
Editor : Ubaidillah