News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Elana Meyers Taylor Raih Emas Monobob Olimpiade 2026, Cetak Sejarah di Usia 41 Tahun

Ubaidillah • Selasa, 17 Februari 2026 | 07:07 WIB
Peraih medali emas Amerika Serikat, Elana Meyers Taylor, mencium medalinya di podium nomor monobob putri pada Olimpiade Musim Dingin 2026. (AP Photo/Alessandra Tarantino)
Peraih medali emas Amerika Serikat, Elana Meyers Taylor, mencium medalinya di podium nomor monobob putri pada Olimpiade Musim Dingin 2026. (AP Photo/Alessandra Tarantino)

RadarBangkalan.id - Dua putra kecil Elana Meyers Taylor menyaksikan langsung momen bersejarah saat sang ibu melompat kegirangan, mengepalkan tangan ke udara, mengibarkan bendera Amerika Serikat, lalu berlutut dan menangis haru.

Baca Juga: Pecah Rekor! Elana Meyers Taylor Jadi Atlet Wanita AS Tersukses di Olimpiade Musim Dingin

Suatu hari nanti, mereka akan memahami bahwa yang mereka saksikan adalah sejarah.

Pada usia 41 tahun, pembalap bobsled Amerika Serikat, Elana Meyers Taylor, akhirnya resmi menjadi juara Olimpiade. Ia meraih medali emas nomor monobob di ajang Milan Cortina Winter Olympics 2026 pada Senin malam waktu setempat. Ini merupakan medali keenam sepanjang kariernya sekaligus gelar Olimpiade pertamanya.

Baca Juga: Jadwal Olimpiade Musim Dingin 2026 Hari Ini dan Klasemen Medali Sementara

“I thought it was impossible,” ujar Meyers Taylor.
Ia mengaku tak pernah sebahagia ini karena ternyata ia salah.

Cetak Rekor Baru di Olimpiade Musim Dingin

Dengan kemenangan tersebut, Meyers Taylor menjadi perempuan Amerika tertua yang mendengar lagu kebangsaan “The Star-Spangled Banner” dikumandangkan untuk menghormatinya di Olimpiade Musim Dingin.

Baca Juga: 35 Ucapan Imlek 2026 Penuh Makna untuk Keluarga, Sahabat, dan Rekan Kerja

Ia memastikan emas setelah tampil impresif pada heat keempat dan terakhir. Meyers Taylor mencatatkan total waktu empat kali luncur selama dua hari sebesar 3 menit 57,93 detik.

Sebelum emas ini, ia telah mengoleksi lima medali Olimpiade: tiga perak dan dua perunggu. Bahkan sebelum kemenangan ini, ia sudah tercatat sebagai atlet kulit hitam paling berprestasi di Olimpiade Musim Dingin. Kini, pencapaiannya semakin gemilang.

Baca Juga: Kapan Puasa Ramadan 2026? Ini Jadwal Sidang Isbat dan Perkiraannya

Medali keenamnya juga menyamai rekor legenda seluncur cepat Amerika, Bonnie Blair, sebagai atlet wanita AS dengan medali terbanyak di Olimpiade Musim Dingin.

“To have my name up there with Bonnie Blair, it doesn’t even make sense to me,” kata Meyers Taylor.

Baca Juga: Libur Panjang Imlek 2026, Ini Rincian Tanggal dan Aturan Cuti Bersama

Persaingan Ketat di Final Monobob

Atlet Jerman, Laura Nolte, yang memimpin pada tiga heat pertama, harus puas di posisi kedua. Sementara perunggu diraih pembalap Amerika lainnya, Kaillie Humphries (Kaillie Humphries Armbruster).

Baca Juga: CEO Take-Two Bantah Penggunaan AI untuk Konten Utama GTA VI

“Saya agak sedih karena saat ini rasanya seperti kehilangan emas, bukan memenangkan perak. Mungkin beberapa jam lagi saya bisa merayakannya, karena ini tetap hasil yang luar biasa,” ujar Nolte.

“Elana juga pantas mendapatkannya. Dia pribadi yang sangat baik dan sudah berkali-kali meraih perak, sementara emas memang belum ia dapatkan.”

Baca Juga: Video Winda Can Viral di Media Sosial, Warganet Berburu Link Asli

Humphries Armbruster mencatatkan medali kelima sepanjang kariernya. Di usia 40 tahun dan sekitar 18 bulan setelah melahirkan, ia membuktikan usia bukan penghalang untuk berprestasi.

“Banyak orang menganggap ketika sudah menginjak 40 tahun, performa akan menurun. Saya pikir saya dan Elana adalah bukti bahwa itu tidak benar,” kata Humphries Armbruster.

“Banyak yang bilang setelah menjadi ibu, tubuh tidak akan sama lagi dan tak bisa kembali ke performa terbaik. Kami berhasil menunjukkan bahwa anggapan itu keliru.”

Baca Juga: Video Viral Wanita “Sok Imut” Diklaim Punya Versi 35 Menit, Warganet Ramai Cari Link

Momen Penentuan di Heat Terakhir

Menjelang heat terakhir, Nolte unggul 0,15 detik atas Meyers Taylor, sementara Humphries tertinggal 0,24 detik dari posisi teratas. Dengan sistem start terbalik, Humphries meluncur lebih dulu, disusul Meyers Taylor, lalu Nolte.

Humphries menyelesaikan lomba dengan total waktu 3:58,05 dan memastikan minimal medali perunggu. Meyers Taylor kemudian tampil solid dan mengamankan posisi emas setelah Nolte gagal mempertahankan keunggulan.

Baca Juga: Video Viral Teh Pucuk Ramai Dicari, Ini Fakta dan Klarifikasinya

Rekan setim Amerika lainnya, Kaysha Love, yang merupakan juara dunia monobob tahun lalu, harus puas finis ketujuh dengan catatan waktu 3:59,27.

“Melihat Elana, itu sangat ikonik,” ujar Love.

Konsistensi Luar Biasa di Lima Olimpiade

Ini merupakan Olimpiade kelima bagi Meyers Taylor dan Humphries Armbruster. Keduanya selalu meraih medali dalam lima penampilan mereka. Pada Olimpiade Beijing 2022, Humphries meraih emas di nomor monobob perdana, sedangkan Meyers Taylor meraih perak.

Kini, Meyers Taylor akhirnya melengkapi karier gemilangnya dengan medali emas yang selama ini dinantikan.

Baca Juga: Cara Cek Status BPJS Kesehatan Aktif atau Tidak dengan Mudah

“Saya sebenarnya tidak membutuhkannya,” kata Meyers Taylor.

“Tapi saya menginginkannya.”

Kemenangan ini bukan sekadar soal emas, tetapi tentang ketekunan, pembuktian diri, dan sejarah baru dalam cabang olahraga bobsled di Olimpiade Musim Dingin 2026.

Baca Juga: Heboh Video 13 Menit Diduga Mahasiswa KKN Lombok Timur, Polisi Lakukan Penelusuran

Editor : Ubaidillah
#Olimpiade Musim Dingin Milan Cortina 2026 #medali emas monobob 2026 #bobsled Amerika Serikat #Elana Meyers Taylor #rekor atlet wanita tertua Olimpiade #Laura Nolte dan Kaillie Humphries