RadarBangkalan.id - Juventus menghadapi tantangan nyaris mustahil saat menjamu Galatasaray pada leg kedua babak gugur Liga Champions di Allianz Stadium, Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.
Baca Juga: Juventus Tersingkir Dramatis, Galatasaray Bungkam Comeback 10 Pemain di Liga Champions
Kekalahan telak 2-5 di Istanbul membuat Si Nyonya Tua wajib menang empat gol tanpa balas untuk lolos langsung ke babak berikutnya. Kemenangan 3-0 hanya akan memaksakan laga ke perpanjangan waktu, sementara skor 4-0 menjadi satu-satunya jalan aman tanpa tambahan waktu.
Pada pertemuan pertama, Juventus makin terpuruk setelah Juan Cabal menerima kartu merah pada menit ke-67. Bermain dengan 10 orang di fase krusial membuat mereka kesulitan membendung agresivitas tuan rumah.
Baca Juga: Inter Milan Tersingkir dari Liga Champions Usai Dikalahkan Bodo/Glimt 1-2
Belajar dari Comeback Era Cristiano Ronaldo
Juventus pernah mencatat malam magis di fase gugur musim 2018/2019. Saat itu mereka membalikkan kekalahan 0-2 menjadi kemenangan 3-0 atas Atletico Madrid lewat hat-trick Cristiano Ronaldo di Turin.
Kini pertanyaannya, siapa sosok pembeda untuk skenario serupa?
Baca Juga: Persija Jakarta Menang Dramatis 3-2 atas Malut United di Ternate
Mantan pelatih timnas Italia, Cesare Prandelli, menilai kunci ada pada pelatih Luciano Spalletti.
“Spalletti memang tidak turun ke lapangan, tetapi dialah figur paling berpengalaman dan karismatik. Saya tidak berharap ide-ide baru, saya pikir dia akan memaksimalkan pemain-pemain andalannya,” ujar Prandelli kepada La Gazzetta dello Sport.
Baca Juga: Cara Tukar Uang Lewat Pintar.bi.go.id Tanpa Antre, Simak Panduan Lengkapnya
Taruhan Musim dan Masa Depan
Laga kontra Galatasaray bukan sekadar duel 90 menit. Setelah itu, Juventus harus menghadapi Roma di Serie A dalam upaya mengamankan posisi empat besar demi tiket kompetisi Eropa musim depan.
Baca Juga: Viral Pencarian Video 23 Detik Pelajar Karangasem, Warganet Diminta Waspada Jebakan Phishing
Tekanan agregat, ekspektasi publik Turin, dan jadwal padat menjadikan pertandingan ini sebagai ujian mental dan taktik. Allianz Stadium akan menjadi panggung penentuan: apakah Juventus mampu menciptakan keajaiban, atau justru harus mengakhiri petualangan Eropa lebih cepat dari harapan.
Editor : Ubaidillah