RadarBangkalan.id - Arne Slot memberikan reaksinya setelah Liverpool FC kalah 2-4 dari Aston Villa FC pada pekan ke-37 Premier League 2025-2026.
Pertandingan yang digelar di Villa Park, Sabtu (16/5/2026) dini hari WIB itu menjadi pukulan bagi Liverpool dalam persaingan tiket Liga Champions. Aston Villa menang lewat gol Morgan Rogers, dua gol Ollie Watkins, serta satu gol John McGinn. Sementara Liverpool hanya mampu membalas melalui dua sundulan Virgil van Dijk.
Baca Juga: Aston Villa Bungkam Liverpool 4-2, Pastikan Tiket Liga Champions Musim Depan
Usai pertandingan, Slot menolak anggapan bahwa kekalahan timnya disebabkan masalah mentalitas. Namun, pelatih asal Belanda itu mengakui anak asuhnya sempat kehilangan fokus setelah tertinggal untuk kedua kalinya.
Menurut Slot, Liverpool sebenarnya mampu tampil kompetitif dalam laga tandang yang sulit tersebut. Akan tetapi, setelah Aston Villa kembali unggul 2-1, permainan The Reds menjadi goyah dan kesulitan mengimbangi intensitas lawan.
Baca Juga: Messi Menggila! Inter Miami Taklukkan Cincinnati 5-3 di MLS 2026
Ia menilai momen kebangkitan Liverpool baru terlihat ketika Van Dijk mencetak gol kedua di masa injury time. Sayangnya, saat itu jarak skor sudah terlalu jauh sehingga sulit untuk mengejar ketertinggalan.
Slot juga menyoroti minimnya peluang bersih yang berhasil diciptakan Liverpool. Meski mencetak dua gol di Villa Park, ia menilai timnya tidak cukup efektif dalam memanfaatkan dominasi penguasaan bola.
Baca Juga: Barcelona Kalah dari Alaves 0-1 di Laga Perdana Setelah Juara LaLiga 2025/2026
Pelatih berusia 47 tahun itu menegaskan Liverpool kerap kesulitan menciptakan peluang besar, bahkan saat permainan mulai membaik. Hal itu membuat timnya gagal menekan Aston Villa secara konsisten sepanjang pertandingan.
Baca Juga: Manchester City Tekuk Crystal Palace 3-0, Persaingan Juara Liga Inggris Makin Panas
Selain itu, Slot kembali menyoroti buruknya pertahanan Liverpool, terutama saat menghadapi bola mati. Ia menyebut timnya terlalu mudah kebobolan ketika lawan mulai menguasai permainan.
Gol-gol yang bersarang ke gawang Liverpool disebut menjadi bukti lemahnya organisasi bertahan, termasuk pada situasi bola mati yang kembali berujung gol bagi Aston Villa.
Baca Juga: Al Nassr Ditahan Al Hilal 1-1, Gelar Juara Saudi Pro League 2025/2026 Belum Terkunci
Slot bahkan mengungkap statistik yang menunjukkan Liverpool menjadi salah satu tim dengan catatan terburuk dalam mengantisipasi bola mati musim ini. Menurutnya, kondisi itu menjadi masalah serius yang harus segera dibenahi.
Kekalahan ini membuat Liverpool berada dalam tekanan besar di akhir musim. The Reds kini terancam gagal finis di zona Liga Champions, sementara Aston Villa justru memastikan tiket ke kompetisi elite Eropa musim depan.
Baca Juga: Atletico Madrid Menang 2-1 atas Osasuna, Los Colchoneros Amankan Zona Liga Champions
Editor : Ubaidillah