SURAKARTA, RadarBangkalan.id – Laju impresif Persepam Pamekasan tanpa kekalahan akhirnya terhenti pada laga pembuka Grup DD babak 16 besar Liga 4 Nasional.
Tim berjuluk Laskar Ronggosukowati itu harus mengakui keunggulan Pasuruan United setelah takluk dengan skor 0-2 di Stadion Sriwedari, Surakarta, Sabtu (20/6).
Manajer Persepam, Abd. Razak, mengaku kecewa dengan hasil yang diraih timnya. Namun, menurut dia, kekalahan tersebut bukan sepenuhnya disebabkan oleh performa pemain di lapangan.
Baca Juga: Polres Sampang Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Bhayangkara Fun Run 5K
Dia menilai sejumlah keputusan wasit selama pertandingan turut memengaruhi jalannya laga dan merugikan Persepam.
Razak menegaskan bahwa para pemain telah menunjukkan semangat juang yang tinggi saat menghadapi salah satu tim kuat yang tampil di fase 16 besar.
Karena itu, ia merasa puas dengan permainan yang diperagakan anak asuhnya meskipun hasil akhir tidak berpihak kepada Persepam.
Menurutnya, keputusan-keputusan kontroversial dari perangkat pertandingan menjadi faktor yang mencederai jalannya laga.
Baca Juga: Percasi Bangkalan Fokus Cetak Regenerasi Pecatur untuk Porprov 2027
Salah satu yang paling disorot adalah pemberian hadiah penalti kepada Pasuruan United yang kemudian berujung gol.
Dia menilai keputusan tersebut tidak sesuai dengan situasi yang terjadi di lapangan. Razak beranggapan bahwa justru pemain Persepam yang mengalami pelanggaran.
Selain itu, posisi wasit yang cukup jauh dari lokasi kejadian dinilai membuat pengambilan keputusan kurang akurat, sementara asisten wasit tidak memberikan respons terhadap insiden tersebut.
Kekecewaan Persepam semakin besar karena Pasuruan United merupakan lawan yang beberapa kali menghadirkan pertandingan sengit musim ini.
Baca Juga: Evaluasi Kepala Puskesmas Segera Dibahas, Hasil Asesmen Jadi Dasar Penataan Jabatan
Pada fase grup Liga 4 Jawa Timur, kedua tim bermain imbang 3-3. Sementara pada partai final Liga 4 Jawa Timur di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Persepam baru mampu keluar sebagai juara melalui adu penalti setelah bermain imbang selama waktu normal.
Meski hasil kali ini mengecewakan, Persepam memilih untuk segera bangkit. Laskar Ronggosukowati masih memiliki dua pertandingan tersisa di Grup DD yang akan menentukan peluang mereka melangkah ke babak delapan besar.
Razak optimistis kesempatan lolos masih terbuka lebar. Oleh sebab itu, fokus tim kini tertuju pada dua laga berikutnya dengan target meraih kemenangan penuh demi mengamankan enam poin.
Dia menegaskan bahwa perjuangan Persepam di Liga 4 Nasional tidak boleh terhenti hanya karena satu kekalahan.
Baca Juga: Pemadaman Listrik Bergilir di Bangkalan Belum Dipastikan Berakhir
Menurutnya, tim telah mengorbankan banyak tenaga, waktu, pikiran, dan biaya selama mengikuti kompetisi tersebut.
Di akhir pernyataannya, Razak juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pamekasan dan para suporter yang selama ini terus memberikan dukungan kepada Persepam.
Dia berharap doa dan dukungan tersebut tetap mengalir agar tim mampu bangkit dan melanjutkan langkah ke babak berikutnya. (afg/jup)
Editor : Ina Herdiyana