BANGKALAN, RadarBangkalan.id – Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Bangkalan kembali menambah stok atlet binaan.
Sejumlah pemain potensial lahir dari Kejuaraan Domino Kapolres Cup yang digelar di GOR Saka Bangkalan, Senin (29/6).
Ketua Orado Bangkalan Helmi Fuad mengatakan, para juara dari ajang tersebut akan masuk program pembinaan untuk dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan bergengsi pada tahun ini hingga 2027.
Baca Juga: Pemkab Buka Seleksi Direksi PT Sumber Daya, Libatkan Dua Guru Besar untuk Jamin Profesionalitas
”Atlet yang berhasil menjadi juara akan kami bina secara khusus sebagai persiapan mengikuti sejumlah kejuaraan tingkat regional maupun provinsi,” ujarnya.
Kapolres Cup mempertandingkan dua kategori, yakni senior dan junior. Meski demikian, pembinaan akan difokuskan kepada atlet junior berusia 14–20 tahun sebagai investasi prestasi jangka panjang.
”Pembinaan kami memang berorientasi jangka panjang,” katanya.
Helmi menjelaskan, atlet junior yang terjaring dari dua kejuaraan yang telah digelar Orado Bangkalan sepanjang 2026 diproyeksikan memperkuat daerah pada berbagai agenda kompetisi.
Baca Juga: Vietnam Sapu Bersih Uji Coba di Korea Selatan, Kim Sang Sik Siap Pertahankan Gelar Piala ASEAN 2026
Di antaranya Kejuaraan Provinsi (Kejurprov), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027, hingga Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jatim yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Menurut dia, hingga kini pihaknya masih menunggu kepastian apakah cabang olahraga domino akan dipertandingkan dalam Popda.
Jika masuk agenda pertandingan, Orado akan segera mengusulkan nama-nama atlet kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan sebagai instansi yang menangani pelaksanaan Popda.
”Kami masih menunggu kepastian apakah domino dipertandingkan. Jika iya, nama-nama atlet akan langsung kami usulkan ke dispora,” jelasnya.
Baca Juga: Tiga Kasus yang Menjerat Febrie Adriansyah, Total Dugaan Kerugian Negara Capai Rp34,6 Triliun
Sebelum Porprov 2027 digelar, Helmi meyakini akan lebih dulu dilaksanakan Kejurprov sebagai ajang pemanasan.
Karena itu, persiapan atlet dilakukan sejak dini agar mereka memiliki pengalaman bertanding sebelum tampil pada pesta olahraga tingkat provinsi tersebut.
Banyaknya atlet binaan yang dimiliki Orado Bangkalan juga membuat proses seleksi internal akan diterapkan untuk menentukan atlet terbaik yang berhak mewakili daerah pada Kejurprov.
”Jumlah atlet binaan cukup banyak, sehingga kami akan melakukan seleksi internal sebelum menentukan tim yang diberangkatkan ke Kejurprov,” pungkasnya. (jup)
Editor : Ina Herdiyana