RadarBangkalan.id - Kontroversi seputar penyelenggaraan Piala Dunia 2026 kembali mencuat. Jurnalis sepak bola Italia Filippo Ricci mengaku akreditasinya untuk meliput final Piala Dunia 2026 dicabut oleh FIFA, hanya beberapa jam sebelum pertandingan antara Spanyol dan Argentina berlangsung.
Ricci, yang bekerja untuk Gazzetta dello Sport, menyampaikan pengalamannya melalui akun X. Ia mengungkapkan bahwa akreditasi yang sebelumnya telah disetujui mendadak dibatalkan tanpa penjelasan yang memuaskan.
Baca Juga: Sporting CP Pesta Gol 7-0 atas Strasbourg di Laga Pramusim, Tim Hugo Oliveira Dibantai
Peristiwa tersebut memicu spekulasi di Italia bahwa pencabutan akreditasi berkaitan dengan pemberitaan kritis Gazzetta dello Sport terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Gazzetta dello Sport Kritik Keras Piala Dunia 2026
Beberapa hari sebelum laga final, Gazzetta dello Sport menerbitkan artikel yang mengkritik penyelenggaraan Piala Dunia 2026 dengan judul yang menyebut turnamen tersebut sebagai "bencana global total."
Dalam laporannya, media olahraga Italia itu menilai turnamen berlangsung dengan berbagai persoalan, mulai dari cuaca yang terlalu panas, harga tiket yang sangat mahal, unsur komersialisasi yang berlebihan, hingga kuatnya pengaruh politik selama kompetisi berlangsung.
Baca Juga: Wayne Rooney Kritik Penampilan Paruh Waktu Final Piala Dunia 2026: Benar-Benar Sampah
Gazzetta juga menyoroti tingginya harga tiket final yang disebut mencapai kisaran 10.000 dolar AS hingga 2,3 juta dolar AS untuk kategori tertentu.
Selain itu, media tersebut mengangkat kontroversi pencabutan hukuman terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, yang sebelumnya memicu kritik terhadap FIFA.
Akreditasi Dicabut Jelang Final
Menurut Filippo Ricci, Gazzetta dello Sport mengajukan lima permohonan akreditasi untuk final Piala Dunia 2026 dan seluruhnya sempat disetujui oleh FIFA.
Baca Juga: Wayne Rooney Kritik Penampilan Paruh Waktu Final Piala Dunia 2026: Benar-Benar Sampah
Namun, pada hari pertandingan final, tiga akreditasi dibatalkan, termasuk milik Ricci.
"Sudah berakhir. Setelah 38 hari, 11 pertandingan langsung, dan 165 artikel, liputan Piala Dunia saya berakhir secara tiba-tiba dan tak terduga tepat sebelum final," tulis Ricci di akun X.
Ia mengaku pada pagi hari masih memiliki tiket pertandingan final, akses ke zona campuran (mixed zone), serta izin parkir.
Namun beberapa jam kemudian seluruh akses tersebut dibatalkan.
FIFA Sebut Kapasitas Terbatas
Ricci mengatakan FIFA menjelaskan pencabutan akreditasi dilakukan karena keterbatasan kapasitas.
Baca Juga: Spanyol Juara Dunia 2026, Argentina Gagal Pertahankan Asa usai Tumbang di Final
Namun, menurutnya, pada saat yang sama sejumlah media lain justru mendapatkan persetujuan akreditasi.
Untuk memperkuat pernyataannya, Ricci mengunggah tangkapan layar email yang menunjukkan bahwa akreditasinya memang sempat dikonfirmasi sebelum akhirnya dibatalkan.
Muncul Dugaan Terkait Liputan Kritis
Hingga kini FIFA belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan pencabutan akreditasi tersebut.
Di Italia, muncul dugaan bahwa keputusan tersebut berkaitan dengan pemberitaan kritis Gazzetta dello Sport terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Baca Juga: Fantastis! Harga Tiket Final Spanyol vs Argentina Mulai Rp125 Juta per Orang
Meski demikian, belum ada bukti yang menunjukkan bahwa pencabutan akreditasi dilakukan sebagai respons langsung atas artikel kritik yang diterbitkan media tersebut.
Editor : Ubaidillah