RadarBangkalan.id - Setiap memasuki masa pramusim, Bayern Munich hampir selalu menjadwalkan pertandingan melawan klub amatir FC Rottach-Egern. Tradisi tersebut kembali menjadi sorotan setelah unggahan OneFootball yang menunjukkan agregat mencolok 64-1 dalam tiga pertemuan terakhir kedua tim viral di media sosial.
Bagi sebagian pecinta sepak bola, perbedaan kualitas yang sangat jauh mungkin menimbulkan pertanyaan mengapa Bayern Munich terus mempertahankan laga tersebut. Namun di balik skor-skor telak yang kerap terjadi, terdapat sejarah panjang dan tujuan yang lebih besar daripada sekadar hasil pertandingan.
Baca Juga: Bayern Munich Hancurkan Rottach-Egern 15-0, Bendahara Klub Lawan Curi Perhatian
Tradisi Pramusim Bayern Munich yang Sudah Berlangsung Lama
FC Rottach-Egern adalah klub amatir yang berbasis di kawasan Tegernsee, Bavaria, sekitar 50 kilometer dari Munich. Wilayah ini memiliki hubungan erat dengan Bayern Munich karena sering digunakan sebagai lokasi pemusatan latihan tim menjelang musim baru.
Kedekatan geografis tersebut membuat laga melawan FC Rottach-Egern menjadi bagian dari agenda rutin pramusim Bayern selama bertahun-tahun. Pertandingan ini berfungsi sebagai sarana bagi para pemain untuk mengembalikan kebugaran dan ritme permainan setelah libur kompetisi.
Baca Juga: Ajax Ditahan Vojvodina 1-1, Oscar Gloukh Jadi Sasaran Kemarahan Pelatih dan Suporter
Selain itu, pertandingan melawan lawan yang levelnya lebih rendah memungkinkan staf pelatih menguji taktik baru, melihat perkembangan pemain muda, serta memberikan menit bermain kepada pemain yang baru bergabung.
Bentuk Dukungan Bayern untuk Sepak Bola Akar Rumput
Di balik hasil yang sering berakhir dengan skor besar, pertandingan ini memiliki nilai sosial dan ekonomi yang penting.
Sebagai salah satu klub terbesar di dunia, Bayern Munich secara konsisten menunjukkan dukungan terhadap perkembangan sepak bola lokal di Bavaria. Kehadiran Bayern dalam laga persahabatan melawan FC Rottach-Egern memberikan dampak signifikan bagi klub amatir tersebut.
Baca Juga: Persija Tahan Port FC 2-2, Gol Loncar Selamatkan Macan Kemayoran
Setiap kali pertandingan digelar, tiket biasanya terjual habis dan ribuan penonton hadir menyaksikan laga. Pendapatan dari penjualan tiket, sponsor, hingga aktivitas komersial lainnya menjadi sumber pemasukan berharga bagi FC Rottach-Egern.
Tak hanya itu, para pemain klub amatir tersebut juga mendapatkan pengalaman langka dengan berhadapan langsung melawan pemain-pemain yang biasa tampil di Bundesliga dan kompetisi Eropa.
Mengapa Skornya Selalu Telak?
Perbedaan kualitas menjadi faktor utama yang membuat pertandingan hampir selalu berakhir dengan kemenangan besar Bayern Munich.
Bayern merupakan salah satu kekuatan terbesar sepak bola Eropa dengan skuad yang dipenuhi pemain internasional dan bintang dunia. Sementara itu, FC Rottach-Egern berkompetisi di level amatir sepak bola Jerman.
Dalam laga pramusim, Bayern biasanya tampil menyerang untuk meningkatkan ketajaman tim. Para pemain muda juga berusaha menunjukkan kemampuan terbaik mereka demi mendapatkan tempat di skuad utama.
Kombinasi faktor tersebut membuat FC Rottach-Egern kesulitan mengimbangi permainan Bayern. Tak heran jika dalam tiga pertemuan terakhir, klub raksasa Bundesliga itu mampu mencatat agregat fantastis 64-1.
Baca Juga: Atletico Madrid Hajar Getafe 4-1 di Laga Pramusim, Simeone Puas dengan Pemain Muda
Meski demikian, skor besar bukanlah fokus utama dari pertandingan tersebut. Bayern memanfaatkan laga untuk persiapan musim, sedangkan FC Rottach-Egern memperoleh manfaat dari sisi pengalaman dan finansial.
Tradisi yang Menjadi Identitas Bayern Munich
Bagi Bayern Munich, pertandingan melawan FC Rottach-Egern telah berkembang menjadi bagian dari identitas pramusim klub.
Tradisi ini mencerminkan hubungan erat Bayern dengan komunitas sepak bola Bavaria sekaligus menunjukkan komitmen klub dalam mendukung perkembangan sepak bola akar rumput.
Baca Juga: Debut Xabi Alonso di Chelsea Berakhir Spektakuler, The Blues Menang 6-4
Karena itu, setiap kali kedua tim kembali bertemu, perhatian publik tidak hanya tertuju pada jumlah gol yang tercipta. Banyak penggemar juga melihat laga tersebut sebagai simbol kedekatan antara klub elite Eropa dengan komunitas lokal yang menjadi bagian dari sejarah dan budaya sepak bola Jerman.
Editor : Ubaidillah