RadarBangkalan.id - Bali United mengawali kiprahnya di Dewata Challenge Series 2026 dengan hasil kurang memuaskan setelah kalah 1-2 dari Sabah FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Kamis (13/8/2026). Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pelatih Johnny Jansen menjelang bergulirnya musim kompetisi 2026/2027.
Dalam pertandingan tersebut, Sabah FC unggul melalui gol Jungbin Park pada menit ke-18 dan Gonzalo Di Renzo pada masa injury time babak pertama. Bali United sempat menyamakan kedudukan lewat Rahmat Arjuna Reski pada menit ke-23, namun gagal menghindari kekalahan hingga laga berakhir.
Baca Juga: Viral di Singapura, Lansia Belajar Parkour untuk Jaga Keseimbangan dan Cegah Cedera
Johnny Jansen mengakui timnya menghadapi lawan yang berkualitas dengan tempo permainan tinggi. Menurut pelatih asal Belanda itu, laga melawan Sabah FC memberikan banyak pelajaran berharga bagi skuad Serdadu Tridatu.
"Ini adalah pertandingan pertama di pramusim di mana kami bermain melawan tim dengan level yang bagus. Menurut saya, itu adalah hal yang bagus. Tetapi ada hal yang harus kami pelajari karena ritme permainan berjalan lebih cepat dan mereka adalah tim yang tangguh," ujar Johnny Jansen.
Baca Juga: IDI Buka Suara soal Konten Fahira Almira, Tegaskan Kritik Pasien Tidak Perlu Dibawa ke Ranah Hukum
Salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah organisasi pertahanan. Jansen menilai lini belakang Bali United masih perlu banyak perbaikan setelah beberapa kali kesulitan mengantisipasi pergerakan pemain Sabah FC.
Menurutnya, para pemain harus lebih agresif saat duel perebutan bola dan tidak hanya mengamati pergerakan lawan. Evaluasi tersebut akan menjadi fokus dalam sesi latihan berikutnya.
Baca Juga: Bansos Dihentikan untuk Rekening Terindikasi Judi Online, Ribuan KPM Dicoret
"Ada momen tertentu saat bertahan, kami harus tampil lebih baik. Jika harus berduel merebut bola, pemain harus benar-benar melakukannya dan bukan hanya sekadar melihat. Itulah langkah perbaikan yang wajib dilakukan," tegasnya.
Baca Juga: Usia 111 Tahun dan Tetap Bugar, Ini Rahasia Sehat Nenek Wang dari China
Selain pertahanan, penguasaan bola juga menjadi pekerjaan rumah bagi Bali United. Meski melihat adanya perkembangan dibanding sebelumnya, Jansen merasa performa tim dalam mengontrol permainan masih belum sesuai harapan.
Ia menilai Bali United sebenarnya mampu menciptakan sejumlah peluang berbahaya sepanjang pertandingan. Bahkan, menurutnya, timnya layak mendapatkan hadiah penalti dalam laga tersebut.
Pada babak kedua, Bali United juga dinilai mampu mengendalikan jalannya permainan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang yang tercipta gagal berbuah gol penyama kedudukan.
"Saya melihat penguasaan bola ada perkembangan, tetapi sekarang belum cukup memuaskan. Itulah gunanya pertandingan pramusim seperti ini untuk belajar, berkembang, dan menjadi lebih baik," jelas Jansen.
Kekalahan dari Sabah FC menjadi alarm dini bagi Bali United yang akan menghadapi tantangan lebih berat pada laga berikutnya melawan Persib Bandung. Jansen mengaku antusias menghadapi juara liga yang dalam beberapa musim terakhir selalu bersaing di papan atas.
Baca Juga: BPOM Temukan MinyaKita Berbau Solar, Masyarakat Diminta Jangan Gunakan dan Segera Lapor
Menurutnya, duel melawan Persib akan menjadi kesempatan penting untuk mengukur perkembangan tim sebelum memasuki kompetisi resmi.
Selain tampil di Dewata Challenge Series, Bali United juga tengah mempersiapkan diri menghadapi laga pembuka BRI Super League 2026/2027 melawan PSS Sleman di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Editor : Ubaidillah