Timnas Indonesia Menang 2-0 atas Singapura, Debut Luke Vickery dan Peran Baru Ole Romeny Disorot

Ubaidillah • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 06:59 WIB
Selebrasi gol Ole Romeny dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia vs Singapura yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung
Karno, Jumat (25/9/2026).(KOMPAS.com/Antonius Aditya Mahendra)
Selebrasi gol Ole Romeny dalam laga FIFA ASEAN Cup 2026 Timnas Indonesia vs Singapura yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jumat (25/9/2026).(KOMPAS.com/Antonius Aditya Mahendra)

 

RadarBangkalan.id - Timnas Indonesia mengawali perjalanan di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan. Skuad Garuda mengalahkan Singapura 2-0 pada laga pertama Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (25/9/2026) malam.

Ragnar Oratmangoen membuka keunggulan Indonesia pada menit ke-13 setelah memanfaatkan umpan silang Luke Vickery. Ole Romeny kemudian menggandakan keunggulan melalui eksekusi penalti pada menit ke-74, setelah Singapura kehilangan Safuwan Baharudin yang mendapat kartu merah.

Baca Juga: Debut Zinedine Zidane di Timnas Prancis Berbuah Kemenangan, Mbappe Bungkam Turki 1-0

Meski meraih kemenangan, permainan Indonesia masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah. Pengamat sepak bola nasional Gita Suwondo menilai game plan yang diterapkan berjalan baik, tetapi penyelesaian akhir masih perlu diperbaiki.

"Secara keseluruhan permainan sih bagus ya artinya game plan jalan kita cepat mendapatkan keunggulan kemudian semua fluid (cair) flow (mengalir), jalan, peran Ole Romeny bagus sekali di posisi nomor 10 dan kita bisa pakai 4-3-3 serta saat bertahan jadi 4-4-2," ujar pengamat yang biasa disapa Bung GAZ itu kepada KOMPAS.com.

Indonesia memang tampil agresif sejak awal pertandingan. Ole Romeny dan Mitchell Baker dimainkan bersamaan di lini depan, sementara Luke Vickery dipercaya menjalani debut bersama Timnas Indonesia.

Skuad Garuda mendominasi penguasaan bola hingga 57 persen dan mencatatkan 11 tembakan sepanjang pertandingan. Namun, efektivitas penyelesaian akhir masih menjadi catatan karena hanya dua tembakan Indonesia yang mengarah tepat sasaran.

Baca Juga: Portugal Menang Tipis atas Wales, Joao Felix Jadi Penentu di Nations League

"Secara keseluruhan saat bermain bertahan dan menyerang secara permaianan oke. Mungkin yang harus diperbaiki adalah finishing jelas sekali kesannya terburu-buru," imbuhnya.

Debut Luke Vickery Beri Warna di Sisi Kanan

Debut Luke Vickery menjadi salah satu perhatian dalam kemenangan Indonesia atas Singapura. Pemain berusia 20 tahun tersebut langsung dipercaya tampil sejak menit awal dan turut berperan dalam proses terciptanya gol pembuka Indonesia.

Baca Juga: Belanda vs Jerman Berakhir 1-1, Cody Gakpo Selamatkan Oranje di Menit 90+2

"Dari assist nya, berkali-kali dia lepas dari pertahanan sisi kanan Singapura," kata Gita Suwondo.

Kehadiran Vickery memberikan opsi tambahan di sisi sayap kanan dalam skema permainan yang diterapkan pelatih John Herdman. Pergerakannya juga membantu Indonesia membuka ruang di lini pertahanan Singapura.

Selain Vickery, peran Ole Romeny juga menjadi sorotan. Pada laga tersebut, Romeny tidak ditempatkan sebagai ujung tombak, melainkan lebih banyak menjalankan peran sebagai pemain nomor 10.

"Luar biasa peran barunya, bahkan dia tidak lagi sebagai striker yang mundur ke belakang. Benar-benar nomor 10 bagaimana dia memberikan assist dan memberikan ruang rekan-rekannya serta satu gol datang dari penaltinya."

"Lalu cepat digantikannya untuk istirahat untuk laga selanjutnya melawan Malaysia," sambungnya.

Baca Juga: Odontektomi Gigi Bungsu Ditanggung BPJS? Ini Syarat dan Alur yang Perlu Diketahui

Baca Juga: John Herdman Ungkap 4 Kunci Timnas Indonesia Jelang Lawan Singapura di FIFA ASEAN Cup

Lini Belakang Indonesia Minim Tekanan

Jika lini depan masih perlu meningkatkan efektivitas dalam memanfaatkan peluang, barisan pertahanan Indonesia relatif tidak mendapat tekanan besar sepanjang pertandingan.

Gita Suwondo mencatat Singapura hanya mampu membuat satu tembakan tepat sasaran selama pertandingan.

Baca Juga: Persijap Belum Cetak Gol, Persib Datang Bawa Modal dari Asia: Duel Jepara Jadi Ujian

"Lini belakang juga tidak mendapatkan banyak ujian karena hanya ada satu shot on target yang bisa dibukukan Singapura sepanjang pertandingan," ujar mantan jurnalis olahraga senior itu.

Kemenangan tersebut dinilai memberikan gambaran mengenai potensi perkembangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, Gita juga menyoroti komposisi pemain yang diturunkan sejak awal.

"Secara keseluruhan tim ini bisa menjanjikan, mungkin agak miris semuanya pemain-pemain yang main Eropa menjadi starting eleven," kata Gita Suwondo menyinggung ketiadaan pemain kelahiran Indonesia di susunan starter.

"Tapi ya itulah sepak bola apa pun yang terbaik bisa diambil oleh seorang pelatih, John Herdman harus diakui menjalankannya dengan sangat baik."

"Semua yang bermain di awal adalah pemain terbaik, bahkan Thom Haye dibangkucadangkan dan perannya digantikan oleh Ole Romeny dengan sangat bagus," pungkasnya.

Baca Juga: Derby Madrid Memanas: Atletico Bisa Salip Real Madrid, Mbappe Jadi Ancaman Serius

Indonesia Ditunggu Malaysia

Kemenangan 2-0 atas Singapura menjadi modal bagi Indonesia untuk menghadapi pertandingan berikutnya di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.

Skuad Garuda dijadwalkan menghadapi Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (28/9/2026).

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk menjaga momentum kemenangan sekaligus memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir yang masih menjadi catatan dari laga kontra Singapura.

Editor : Ubaidillah
timnas indonesia vs singapura indonesia vs singapura ole romeny Timnas Indonesia