News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Elon Musk Mendorong Negara Maju untuk Aktif Meningkatkan Angka Kelahiran

Azril Arham • Jumat, 29 Desember 2023 | 00:45 WIB
Elos Musk Pemilik Perusahaan Tesla, inc dan X
Elos Musk Pemilik Perusahaan Tesla, inc dan X

RadarBangkalan.id - Elon Musk, tokoh kontroversial di dunia bisnis dan teknologi, kembali menarik perhatian publik dengan pernyataan kontroversialnya.

Pernyataan tersebut diucapkannya saat menjadi tamu undangan dalam sebuah festival politik sayap kanan di Italia, yang dihadiri oleh Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.

Menurut informasi dari Business Insider pada Rabu, 27 Desember 2023, Elon Musk berbicara tentang isu demografis dan imigrasi Italia.

Ia menyarankan agar masyarakat Italia meningkatkan jumlah anak untuk menyelamatkan warisan budaya mereka.

Sambil menggendong salah satu putranya, X AE A-12, Musk menyatakan, Orang Italia sebaiknya memiliki lebih banyak anak untuk menyelamatkan budaya Italia.

Selama diskusi tersebut, Musk juga menegaskan dukungannya terhadap imigrasi legal. Namun, ia berpendapat bahwa imigrasi saja tidak akan menyelesaikan masalah penurunan populasi di negara-negara maju atau industri.

Oleh karena itu, ia memberikan saran kepada pemimpin pemerintahan dan warga negara di negara-negara maju untuk meningkatkan angka kelahiran dan menciptakan generasi yang baru.

Elon Musk menekankan bahwa penurunan populasi, disebabkan oleh rendahnya angka kelahiran, lebih berbahaya daripada masalah pemanasan global.

Ia mengungkapkan keinginannya agar kelahiran global meningkat, khususnya dari kalangan orang-orang yang dianggap pintar dan cerdas.

Jika tidak, budaya Italia, Jepang, dan Prancis akan menghilang, tambahnya. Perlu dicatat bahwa Italia telah mencatatkan rekor terendah dalam angka kelahiran selama 15 tahun berturut-turut.

Penting untuk dicatat bahwa Elon Musk sendiri memiliki 11 anak dari tiga ibu yang berbeda. Keputusannya untuk memiliki jumlah anak yang besar tidak dilakukan tanpa alasan.

Ia secara pribadi memiliki keinginan agar orang-orang cerdas dan berbakat turut berkontribusi dalam meningkatkan angka kelahiran global.

Sebelumnya, Elon Musk juga menciptakan kontroversi dengan mengkritik pengiklan yang menghentikan iklan di platform media sosial miliknya.

Pada sebuah konferensi, ia menegaskan sikapnya terhadap iklan dengan pernyataan tegas, Jangan beriklan.

Sikap kontroversial ini mendapatkan tanggapan dari berbagai pihak, termasuk Andrew Ross Sorkin yang bertindak sebagai moderator.

Tak hanya itu, Elon Musk juga terlibat dalam polemik dengan beberapa perusahaan besar, termasuk Disney, yang memutuskan untuk menghentikan iklan mereka di platform miliknya.

Kontroversi ini berawal dari klaim Media Matters for America yang menyebut bahwa postingan di platform tersebut mempromosikan penyangkalan Nazisme dan Holocaust, serta adanya dugaan dukungan terhadap teori konspirasi antisemit.

Dalam menghadapi penolakan dari beberapa perusahaan besar, Elon Musk tidak gentar. Ia menegaskan bahwa boikot terhadap iklan tersebut dapat merugikan perusahaannya dan akan didokumentasikan secara rinci.

Meskipun beberapa perusahaan seperti Disney, IBM, Apple, dan Lionsgate mengambil langkah serupa, Musk tetap mempertahankan platformnya dan mengajak pengguna dan pengiklan untuk terus mendukung X.

Dengan sikap kontroversial dan pernyataan yang menarik perhatian, Elon Musk terus menjadi sosok yang banyak diperbincangkan dalam berbagai aspek kehidupan, baik itu teknologi, bisnis, maupun isu-isu sosial. ***

Editor : Azril Arham
#elon musk #negara maju #teknologi #bisnis #angka kelahiran #kontroversial