RadarBangkalan.id - Meta, perusahaan di balik Facebook, Instagram, Messenger, dan WhatsApp, kembali memperbarui pengalaman kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan berbagai peningkatan baru.
Fokus utama pengembangan ini adalah pada tool text-to-image, Imagine, yang sekarang dapat diakses secara gratis melalui situs web.
Dalam pengumuman resmi di Newsroom, Meta menjelaskan bahwa Imagine, yang sebelumnya terbatas pada platform pesan, sekarang dapat dinikmati oleh pengguna melalui situs web.
Awalnya, tool pembuatan gambar ini akan dirilis di Amerika Serikat, membawa kemudahan akses untuk menciptakan gambar kreatif berbasis kecerdasan buatan.
Fitur terbaru dari Imagine adalah 'reimagine' yang diperkenalkan di Messenger dan Instagram. Melalui fitur ini, teman atau pengikut dapat mengambil gambar yang dihasilkan oleh Meta AI dalam pesan dan membuat karya seni baru dengan variasi yang unik.
Selain itu, Meta juga menghadirkan watermarking baru yang tidak terlihat pada gambar yang dihasilkan oleh Imagine dari Meta AI. Watermark ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi AI dan mencegah penyebaran konten yang mungkin menyesatkan.
Meskipun tidak terlihat secara visual, watermark ini dirancang dengan model deep learning yang dapat terdeteksi dengan model yang sesuai.
Keamanan watermark ini telah ditingkatkan untuk melawan upaya manipulasi, termasuk pemotongan gambar, pengeditan, dan pengambilan tangkapan layar.
Ini menunjukkan komitmen Meta dalam menciptakan lingkungan digital yang aman dan transparan.
Selain perbaruan pada tool Imagine, Meta juga melakukan peningkatan pada pengalaman inti AI di seluruh platformnya.
Asisten virtual Meta AI sekarang dapat memberikan respons yang lebih rinci di perangkat seluler dan membuat ringkasan hasil pencarian yang lebih akurat.
Pengguna Facebook dan Instagram akan mendapatkan pengalaman baru dengan large language model (LLM) Meta AI.
Opsi untuk mendapatkan saran komentar postingan yang dihasilkan oleh AI dan rekomendasi topik obrolan komunitas dalam grup akan menjadi fitur menarik yang dapat meningkatkan interaksi pengguna.
Perusahaan juga memperkenalkan Reels Instagram dalam Meta AI, di mana asisten AI akan merekomendasikan dan membagikan Reels kepada pengguna sesuai dengan permintaan video yang relevan.
Ini menunjukkan upaya Meta dalam menghadirkan konten yang lebih personal dan sesuai dengan minat pengguna.
Peningkatan berbasis AI juga melibatkan Facebook, dengan Meta sedang mengembangkan fitur AI yang memungkinkan penyusunan ucapan selamat ulang tahun, pengeditan postingan feed, penulisan profil kencan, dan pembuatan grup baru.
Semua ini bertujuan untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih kaya dan terpersonalisasi.
Sebelumnya, Meta telah memperkenalkan alat kreatif baru yang didukung AI, termasuk Emu Edit dan Emu Video. Emu Edit memungkinkan pengguna mengubah gambar dengan mudah berdasarkan input teks tanpa keahlian foto profesional.
Sementara itu, Emu Video dapat menghasilkan video berkualitas tinggi dari perintah teks atau gambar referensi.
Terakhir, dalam konteks peraturan dan kebijakan, Meta mengonfirmasi bahwa alat periklanan kecerdasan buatan generatifnya tidak dapat digunakan untuk mendukung kampanye politik di tingkat global menjelang pemilu 2024.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi risiko dan membangun perlindungan yang tepat terhadap penggunaan AI generatif dalam iklan yang berkaitan dengan topik sensitif.
Meta juga telah menetapkan beberapa batasan terkait penggunaan AI generatif dalam iklan, termasuk larangan untuk iklan politik, pemilu, perumahan, ketenagakerjaan, kredit, serta topik terkait kesehatan, farmasi, dan layanan keuangan.
Dengan penekanan pada keamanan, transparansi, dan pengalaman pengguna yang ditingkatkan, Meta terus mengukuhkan dirinya sebagai pemimpin inovatif dalam pengembangan kecerdasan buatan dan teknologi media sosial. ***