Radarbangkalan.id - Baru-baru ini, OpenAI telah mengumumkan kemunculan sebuah alat revolusioner yang memiliki potensi untuk menghasilkan video berdasarkan instruksi teks dari pengguna.
Dikenal dengan nama Sora, yang diambil dari bahasa Jepang yang berarti langit, alat ini membawa harapan baru dalam pengembangan konten visual yang dinamis dan memukau.
Dilansir dari laporan The Guardian pada Sabtu (17/2), Sora tidak hanya mampu menciptakan video berdurasi hingga satu menit dengan realisme yang menakjubkan, tetapi juga mampu mengikuti instruksi pengguna dengan presisi yang tinggi, baik dalam hal subjek maupun gaya visual.
Menurut deskripsi di postingan blog resmi perusahaan, Sora memiliki kemampuan untuk menghasilkan video berdasarkan gambar diam atau memperluas cuplikan yang sudah ada dengan tambahan materi yang baru, membuka kemungkinan kreativitas tanpa batas bagi penggunanya.
Baca Juga: Menjelang Pergantian Presiden Indonesia, Ini Peran dan Tugas Ibu Negara
Dalam pernyataan resmi perusahaan, mereka menjelaskan bahwa mereka telah melatih Sora untuk memahami dan mensimulasikan berbagai aspek dunia fisik yang bergerak, menggabungkan kecerdasan buatan dengan pemahaman mendalam tentang dinamika visual.
Tujuan utama dari pelatihan model ini adalah untuk memberdayakan pengguna dalam memecahkan masalah yang melibatkan interaksi dengan dunia nyata, membuka peluang baru dalam berbagai bidang seperti pembuatan film, iklan, pendidikan, dan banyak lagi.
Baca Juga: Menurut Pengamat Strategi Manajemen, Kunci Sukses Kemenangan Prabowo dan Gibran Adalah Anak Muda
Sebagai contoh, perusahaan telah membagikan beberapa contoh awal dari hasil karya Sora, yang didasarkan pada instruksi teks sederhana.
Salah satu contoh yang disebutkan adalah pembuatan trailer film yang menggambarkan petualangan seorang astronot berusia 30 tahun dengan helm sepeda motor rajutan wol merah di langit biru, di tengah gurun garam, dengan gaya sinematik yang ditangkap menggunakan film 35mm, serta warna-warna cerah yang memukau.
Baca Juga: Berpotensi Saingi Titkok, Youtube Kini Hadirkan FItur Baru Untuk Konten Shorts
Tidak hanya itu, OpenAI juga mengumumkan bahwa mereka telah membuka akses ke Sora bagi sejumlah peneliti dan pembuat video terpilih.
Langkah ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para ahli untuk menguji dan mengevaluasi kemampuan serta kehandalan Sora dalam berbagai skenario penggunaan, dengan melakukan uji 'tim merah' yang ketat untuk mengidentifikasi dan mengatasi potensi kerentanan atau masalah dalam implementasinya.
Namun, seperti yang diungkapkan dalam persyaratan layanan OpenAI, penggunaan Sora juga tunduk pada sejumlah pembatasan.
Hal ini termasuk larangan terhadap konten yang mengandung kekerasan ekstrem, konten seksual, gambar yang mempromosikan kebencian, serta penciptaan konten yang menyerupai selebriti atau melanggar hak kekayaan intelektual orang lain.
Baca Juga: Hasil Real Count KPU: Prabowo-Gibran Unggul di NTB Dari Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud
Dengan adanya perkenalan Sora, OpenAI telah membuka babak baru dalam evolusi pembuatan konten visual, membawa potensi kreativitas manusia ke tingkat yang baru dan tak terduga. ***