Radarbangkalan.id – CEO Meta, perusahaan induk Facebook yang dipegang oleh Mark Zuckerberg, telah memberikan penjelasan terkait fenomena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi secara meluas di sektor teknologi.
Dalam wawancara yang dilakukan di podcast Morning Brew Daily, Zuckerberg, yang juga merupakan pendiri Facebook, menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan kini memahami manfaat dari menjadi lebih "ramping" dalam struktur organisasi mereka.
Pengusaha teknologi ini menyoroti bahwa perusahaan-perusahaan sedang beradaptasi dengan kondisi pascapandemi, yang memerlukan keputusan-keputusan sulit yang mungkin menyakitkan.
Zuckerberg juga membagikan pandangannya mengenai gaya kepemimpinannya, di mana dia tidak sepenuhnya percaya pada "delegasi yang berlebihan" dalam pengambilan keputusan kunci.
Baca Juga : Program Makan Siang dan Susu Gratis Picu Kenaikan Inflasi Serta Potensi Orang Miskin Meningkat
Komentar-komentar tersebut muncul di tengah-tengah tren PHK yang tidak hanya terjadi di perusahaan-perusahaan besar seperti Google, Amazon, dan Microsoft, tetapi juga di perusahaan-perusahaan teknologi kecil dan rintisan.
Menanggapi pertanyaan apakah ledakan AI memiliki kaitan dengan fenomena PHK ini, Zuckerberg menyatakan bahwa dalam banyak kasus, PHK disebabkan oleh upaya perusahaan untuk mengatasi dampak Covid-19.
Baca Juga: Samsung Konfirmasi bahwa Smartphone Flagship Rilisan Tahun 2023 Akan Menerima Fitur Galaxy AI
Zuckerberg menekankan bahwa pengurangan jumlah karyawan tidak selalu disebabkan oleh kelebihan karyawan, melainkan oleh kesadaran perusahaan akan manfaat menjadi lebih efisien dan ramping.
Dia mengakui bahwa proses ini tidaklah mudah, dan banyak karyawan yang berbakat harus diputus hubungan kerja dengannya.
Namun demikian, menurutnya, menjadi lebih ramping dapat meningkatkan efektivitas perusahaan secara keseluruhan.
Baca Juga: Presiden Jokowi Beri Sinyal Akan Ada Reshuffle dalam Kabinet Indonesia Maju
Meta telah mengumumkan beberapa gelombang PHK sebagai bagian dari inisiatif "tahun efisiensi" Zuckerberg.
Ribuan karyawan telah kehilangan pekerjaan dalam beberapa bulan terakhir.
Pada akhir tahun 2023, jumlah karyawan Meta berkurang menjadi 67.317 orang, menandai penurunan sebesar 22 persen dari tahun sebelumnya.
Selain itu, Meta juga telah melakukan restrukturisasi manajemen untuk mencapai tujuan efisiensinya.
Menurut Layoffs.fyi, sebuah perusahaan rintisan yang melacak PHK di industri teknologi sejak awal pandemi, sekitar 32.000 pekerja teknologi telah kehilangan pekerjaan pada tahun 2024. ***