News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Dulu Jadi Ponsel Kebanggaan, Kini Pamor iPhone Pudar di China, Ini Alasannya

Azril Arham • Kamis, 28 Maret 2024 | 03:55 WIB
Ilustrasi iPhone 16
Ilustrasi iPhone 16

RadarBangkalan.id - Selama bertahun-tahun, Apple iPhone telah menjadi ikon kebanggaan di pasar ponsel high-end di China.

Namun, seperti yang terungkap belakangan ini, pesona iPhone di sana telah mulai memudar.

Data menunjukkan bahwa dalam 6 minggu pertama tahun 2024, yang biasanya menjadi masa pembelian puncak bagi konsumen China, penjualan iPhone mengalami penurunan signifikan sebesar 24%.

Sementara itu penjualan salah satu pesaing utama Apple di pasar tersebut, Huawei, meningkat hingga 64%, menurut Counterpoint Research.

Penurunan ini bukanlah sesuatu yang tiba-tiba. Selama satu dekade, China telah menjadi pasar terbesar kedua bagi Apple setelah Amerika Serikat, menyumbang sekitar 20% dari total penjualan perusahaan tersebut.

Namun, sekarang, berbagai faktor telah menyebabkan Apple merasa tertekan di China.

Salah satu faktor utama adalah perlambatan dalam belanja konsumen, yang dipengaruhi oleh ketegangan perdagangan dan teknologi antara Amerika Serikat dan China.

Beijing juga memberikan tekanan kepada masyarakatnya agar menghindari produk-produk buatan AS, memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan lokal seperti Huawei untuk menancapkan posisinya.

Menurut Linda Sui, direktur senior di TechInsights, "Masa keemasan Apple di China telah berakhir."

Dia menekankan bahwa tanpa pengurangan signifikan dalam ketegangan geopolitik antara kedua negara, akan sulit bagi Apple untuk mempertahankan dominasinya di China.

Lucas Zhong dari biro riset Canalys menambahkan, "Beberapa tahun yang lalu, Apple memiliki daya tarik yang kuat di China.

Namun, situasinya telah berubah. Peluncuran iPhone 15 tidak lagi menciptakan antusiasme seperti sebelumnya."

Namun, Apple tidak tinggal diam dalam menghadapi tantangan ini. CEO Tim Cook telah melakukan beberapa kunjungan ke China dalam satu tahun terakhir, menegaskan pentingnya pasar tersebut bagi perusahaan.

Baru-baru ini, Cook membuka Apple Store terbesar di Shanghai, menekankan komitmen Apple terhadap pasar China.

Ivan Lam, seorang analis senior dari Counterpoint, mengatakan, "China tetap menjadi pasar yang sangat penting bagi Apple, terutama di segmen premium di atas $800, di mana Apple memiliki posisi dominan."

"Dengan persaingan yang semakin ketat dari Huawei dan produsen lokal lainnya, Apple telah mengambil langkah proaktif dengan memperkuat kehadiran offline-nya, menggunakan toko-toko sebagai alat utama untuk mempromosikan produk-produk kelas atas" lanjutnya.

Dengan demikian, meskipun iPhone mungkin kehilangan sedikit kilau di China, Apple tetap berkomitmen untuk mempertahankan posisinya di pasar yang sangat penting ini.

Dengan strategi yang diperkuat dan penekanan pada inovasi, Apple berharap untuk kembali meraih popularitasnya di negara tersebut. ***

Editor : Azril Arham
#apple #smartphone #china #ponsel #amerika serikat #huawei #iphone #pudar