News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Telegram Meluncurkan Fitur Akun Bisnis untuk Bersaing dengan WhatsApp Business

Azril Arham • Jumat, 5 April 2024 | 18:43 WIB
Ilustrasi Telegram Fitur Akun Bisnis
Ilustrasi Telegram Fitur Akun Bisnis

RadarBangkalan.id - Telegram telah mengambil langkah strategis dengan meluncurkan fitur akun bisnisnya, yang diharapkan akan memperluas basis pengguna dan meningkatkan daya saingnya terhadap layanan serupa seperti WhatsApp Business dan Facebook Business.

Langkah ini mengizinkan pengguna Telegram untuk mengubah akun pribadi mereka menjadi akun bisnis, membuka peluang baru untuk interaksi bisnis-pelanggan yang lebih efektif.

Telegram Business memberikan akses kepada pengguna untuk menampilkan beragam informasi penting, seperti jam operasional, lokasi, halaman beranda yang dapat disesuaikan, dan banyak lagi.

Fitur ini, yang diumumkan oleh Telegram dan dilaporkan oleh Android Headlines pada Kamis (4/4/2024), tersedia secara gratis bagi pengguna akun bisnis.

Namun, untuk mengakses fitur-fitur premium, pengguna harus berlangganan paket premium seharga USD 4,99 atau sekitar Rp 79 ribu.

Salah satu fitur utama dari Telegram Business adalah kemampuan untuk membuat balasan cepat, yang memungkinkan pengguna untuk merespons pesan dengan cepat menggunakan kode pendek yang telah diprogram sebelumnya.

Balasan ini dapat berisi teks yang diformat, tautan, gambar, stiker, atau bahkan file PDF.

Misalnya, sebuah perusahaan pelatihan dapat dengan mudah mengirimkan jadwal pelatihan atau brosur dengan hanya beberapa klik.

Fitur lain yang ditawarkan oleh Telegram Business adalah Pesan Ucapan Otomatis, yang secara otomatis mengirimkan balasan kepada pengguna yang pertama kali menghubungi akun bisnis.

Ini dapat berupa informasi penting tentang bisnis, FAQ, atau pesan away jika bisnis sedang tutup.

Telegram Business juga memudahkan pemisahan pelanggan dengan memungkinkan pengguna untuk melabeli obrolan dengan tag berbeda seperti Pengiriman, Umpan Balik, Pesanan, dan lainnya.

Selain itu, pengguna juga dapat membuat tautan untuk mengobrol dengan bisnis, baik dalam ekosistem Telegram maupun di luar aplikasi, dengan setiap tautan menawarkan pelacakan kinerja langsung.

Untuk meningkatkan efisiensi, pengguna bisnis dapat menghubungkan bot Telegram yang dapat menjawab atas nama pemilik.

Bots ini dapat diintegrasikan dengan alat dan alur kerja yang sudah ada, serta dapat ditingkatkan dengan asisten AI untuk mengelola obrolan dengan lebih baik.

Jika diperlukan, pengguna juga dapat dengan mudah mengecualikan obrolan yang sensitif.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi Telegram untuk menarik lebih banyak pelaku bisnis dengan menawarkan solusi yang mendukung otomatisasi dan meningkatkan interaksi dengan pelanggan melalui chatbot yang diperkuat oleh kecerdasan buatan.

Meskipun demikian, Telegram masih memiliki tantangan dalam mengejar jumlah pengguna aktif WhatsApp Business yang mencapai 200 juta.

Model penghasilan Telegram Business terutama bergantung pada biaya langganan, sementara pesaingnya mengandalkan jenis percakapan untuk menghasilkan pendapatan.

Dengan demikian, Telegram Business bukan hanya merupakan inovasi dalam ekosistem Telegram, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam mengembangkan model bisnis perusahaan untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. ***

Sopir Mobil Grandmax bernopol H 9071 DC Arief Kusumo Priyambodo, 44, warga Bumirejo, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang saat dievakuasi.
Sopir Mobil Grandmax bernopol H 9071 DC Arief Kusumo Priyambodo, 44, warga Bumirejo, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang saat dievakuasi.
Kondisi mobil Grandmax bernopol H 9071 DC dikemudikan Arief Kusumo Priyambodo rusak berat.
Kondisi mobil Grandmax bernopol H 9071 DC dikemudikan Arief Kusumo Priyambodo rusak berat.
Editor : Azril Arham
#whatsapp business #whatsapp #facebook #telegram #Business #bisnis #akun #fitur