News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Karyawan Apple Dituduh Dipecat Akibat Memakai Simbol Pro Palestina

Azril Arham • Minggu, 7 April 2024 | 20:38 WIB
Ilustrasi Apple (AP Photo/Mark Lennihan)
Ilustrasi Apple (AP Photo/Mark Lennihan)

RadarBangkalan.id - Hampir 400 karyawan Apple telah menandatangani surat terbuka yang menyerukan CEO Tim Cook dan para eksekutif lainnya untuk bersuara terkait penderitaan warga Palestina.

Surat tersebut juga menuduh Apple telah mengambil tindakan hingga memecat karyawan yang menyuarakan dukungan mereka terhadap Palestina.

Surat terbuka ini dirilis oleh kelompok Apples4Ceasefire yang terdiri dari ratusan karyawan dan mantan karyawan Apple dari berbagai negara termasuk Amerika, Skotlandia, Spanyol, Kanada, dan Inggris.

Mereka mewakili berbagai latar belakang pekerjaan mulai dari pekerja ritel hingga ahli teknis dan spesialis operasional.

Dalam surat mereka, karyawan tersebut menyatakan bahwa meskipun Cook telah mengungkapkan solidaritasnya terhadap warga Israel yang menjadi korban serangan pada tanggal 7 Oktober, namun hingga saat ini ia belum mengeluarkan pernyataan sejenis terkait korban agresi di Palestina.

"Kami dengan rendah hati meminta Tn. Cook dan seluruh tim eksekutif untuk mengakhiri sikap diam mereka mengenai masalah penting ini, dan memperjelas pentingnya hidup warga Palestina," kata Apples4Ceasefire dalam surat terbukanya, seperti dilansir dari sumber yang dipercaya, Minggu (7/4/2024).

"Mengingat lebih dari 35.000 warga Palestina tak bersalah yang tewas, setiap hari kita bungkam, kita semakin terlibat dalam genosida. Semakin kita tidak bersuara atas isu ini, semakin jelas bahwa Apple tidak mendukung hak asasi manusia warga Palestina," tambah mereka.

Apples4Ceasefire juga mengkritik Apple karena tidak hanya diam terhadap situasi di Palestina, tetapi juga tidak memperhatikan karyawan mereka sendiri yang menunjukkan dukungan kepada Palestina.

Mereka mengklaim bahwa sejumlah karyawan Apple telah diberi teguran hingga dipecat karena menunjukkan solidaritas dengan Palestina melalui aksesoris seperti pin dan keffiyeh.

"Siapapun yang berani menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina melalui penggunaan keffiyeh, pin, gelang, atau pakaian, telah dikenakan tindakan dengan dalih 'melanggar perilaku bisnis' dan menciptakan 'lingkungan berbahaya,'" tulis Apples4Ceasefire.

Dalam sebuah podcast bersama kelompok Palestine in America, Apples4Ceasefire menjelaskan diskriminasi yang dialami oleh Madly Laaibah Espinoza, seorang karyawan Apple yang berbasis di Chicago, Amerika Serikat.

Espinoza dikabarkan pernah bertanya kepada tim Apple Store apakah ia boleh mengenakan keffiyeh saat bertugas, dan ia diizinkan selama keffiyeh tersebut tidak menutupi logo Apple.

Namun, Apples4Ceasefire mengatakan bahwa Espinoza kemudian dipecat.

Ini bukanlah kali pertama karyawan Apple meminta para eksekutif mendukung Palestina.

Pada tahun 2021, karyawan yang tergabung dalam kelompok Apple Muslim Association merilis surat terbuka kepada Cook yang meminta perusahaan untuk mengakui penderitaan warga Palestina yang hidup di bawah okupasi ilegal. ***

Editor : Azril Arham
#amerika #apple #dipecat #karyawan #Pro palestina #palestina