News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Penemuan Teknologi AI Sebanding dengan Penemuan Listrik, Ini Penjelasan dari Bos Bank Terbesar di Dunia

Azril Arham • Jumat, 12 April 2024 | 05:10 WIB
Ilustrasi Artifical Intelligence (AI)
Ilustrasi Artifical Intelligence (AI)

RadarBangkalan.id - Menyuarakan keyakinannya dalam potensi revolusi teknologi, Jamie Dimon, seorang CEO berpengalaman dan Ketua JPMorgan Chase, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI) akan menjadi kekuatan yang mendasar dalam mengubah paradigma bisnis dan masyarakat.

Dalam surat tahunannya kepada para pemegang saham, Dimon memilih AI sebagai topik utama yang menyoroti tantangan dan peluang yang dihadapi oleh bank terbesar di Amerika Serikat berdasarkan asetnya.

"Meskipun kami belum mengetahui sepenuhnya dampaknya atau seberapa cepat AI akan merubah bisnis kami atau dampaknya pada masyarakat secara luas, kami memiliki keyakinan yang kuat bahwa implikasinya akan sangat monumental," ujar Dimon yang dilansir dari CNBC.

Menurut Dimon, potensi dampaknya bahkan mungkin setara dengan beberapa inovasi besar dalam sejarah teknologi, seperti mesin cetak, mesin uap, listrik, komputasi, dan Internet.

Surat Dimon, yang menjadi sorotan luas di dunia bisnis karena posisinya sebagai salah satu pemimpin sukses dalam industri keuangan, merangkum berbagai isu penting.

Selain mengungkapkan kekhawatirannya akan tekanan inflasi, ia juga menggarisbawahi peringatannya bahwa dunia mungkin sedang menghadapi era geopolitik yang paling berisiko sejak Perang Dunia II.

Namun, sorotan terbesar dari surat tersebut adalah tentang AI. Teknologi ini, yang menjadi sangat terkenal sejak kehadiran ChatGPT dari OpenAI yang mencuri perhatian pada akhir tahun 2022, memiliki kemampuan untuk memberikan respon yang hampir manusiawi terhadap pertanyaan.

Antusiasme yang meluas terhadap AI telah memicu pertumbuhan pesat dalam industri pembuat chip, seperti Nvidia, dan memperkuat persaingan ketat antara perusahaan teknologi raksasa.

JPMorgan saat ini telah mengumpulkan lebih dari 2.000 karyawan yang ahli dalam bidang AI dan machine learning, serta ilmuwan data, yang fokus pada pengembangan lebih dari 400 aplikasi.

Aplikasi ini mencakup bidang seperti deteksi penipuan, pemasaran, dan pengelolaan risiko.

Perusahaan juga sedang mengeksplorasi potensi penggunaan AI generatif dalam pengembangan perangkat lunak, layanan pelanggan, dan untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

Dengan bantuan teknologi AI, beberapa tugas dapat dilakukan secara otomatis, menggantikan peran manusia dalam beberapa konteks, dan ini memaksa perusahaan untuk merestrukturisasi dan melatih kembali karyawan untuk peran-peran baru.

"Seiring berjalannya waktu, kami memperkirakan bahwa penggunaan AI berpotensi untuk mengubah hampir semua aspek pekerjaan, yang pada gilirannya akan mempengaruhi komposisi tenaga kerja kami. Ini mungkin mengurangi peran-peran tertentu, namun juga dapat menciptakan peran-peran baru," ungkapnya.

Melalui komitmen kuat terhadap AI dan inovasi teknologi, JPMorgan Chase dan perusahaan sejenisnya mendorong terciptanya masa depan yang didorong oleh teknologi, di mana kemajuan seperti yang terjadi pada revolusi listrik mungkin akan menjadi hal biasa. ***

Editor : Azril Arham
#bos bank #penemuan #ai #jpmorgan #teknologi #artificial intelligence #listrik