News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

China Diduga Bakal Ganggu Pemilu di Amerika Serikat Menggunakan Teknologi AI

Azril Arham • Jumat, 12 April 2024 | 05:19 WIB
Ilustrasi Pemilu di Amerika Serikat
Ilustrasi Pemilu di Amerika Serikat

RadarBangkalan.id - Microsoft telah mengeluarkan peringatan kepada pemerintah Amerika Serikat, Korea Selatan, dan India tentang potensi campur tangan China dalam pemilu di tiga negara tersebut melalui penggunaan konten yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Melansir dari The Guardian pada Rabu (10/4/2024), China telah menguji metode ini untuk mengganggu pemilu presiden di Taiwan.

Perusahaan teknologi tersebut mengungkapkan bahwa beberapa kelompok penjahat siber yang terkait dengan pemerintah China diperkirakan akan menargetkan beberapa pemilu di berbagai negara pada tahun 2024.

Microsoft juga menyoroti keterlibatan Korea Utara dalam upaya gangguan tersebut dalam laporan terbaru dari tim threat intelligence-nya.

Menurut Microsoft, "Ketika warga India, Korea Selatan, dan Amerika Serikat pergi ke tempat pemungutan suara, kemungkinan kita akan melihat penjahat siber dari China, bahkan Korea Utara, mengarahkan serangan mereka ke pemilu tersebut."

Salah satu serangan yang paling ringan dari China, menurut laporan Microsoft, adalah penyebaran gambar-gambar yang dibuat oleh AI melalui media sosial, dengan tujuan untuk memperkuat posisi China dalam pemilu-pemilu tersebut.

Meskipun dampak dari serangan berbasis AI ini dianggap minimal oleh Microsoft, perusahaan tersebut mengakui bahwa situasinya masih bisa berubah.

"Meskipun dampak dari konten semacam ini terhadap warga terbilang rendah, China terus meningkatkan eksperimennya dalam meme, video, dan audio, yang sebelumnya sudah terbukti efektif," jelas Microsoft.

Sebelumnya, China telah melakukan uji coba disinformasi semacam ini dalam pemilu presiden China pada bulan Januari.

Microsoft mencatat bahwa ini merupakan kali pertama mereka melihat kelompok penjahat siber yang terkait dengan pemerintah suatu negara menggunakan konten buatan AI untuk mempengaruhi pemilu di luar negeri.

Salah satu kelompok yang aktif dalam pemilu Taiwan adalah Storm 1376, juga dikenal dengan nama Spamouflage atau Dragonbridge.

Mereka telah aktif selama pemilu Taiwan dan berusaha mempengaruhi hasilnya, termasuk dengan menyebarkan postingan audio palsu di YouTube yang meniru suara Terry Gou, seorang calon presiden Taiwan yang kemudian mengundurkan diri dari pemilihan.

Gou, yang juga pendiri Foxconn, dalam video tersebut digambarkan mendukung kandidat lain.

Menurut Microsoft, video tersebut kemungkinan besar dibuat oleh AI dan kemudian dihapus oleh YouTube. ***

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Azril Arham
#ai #china #amerika serikat #ganggu #teknologi #as #artificial intelligence #pemilu