News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Elon Musk Mau Jualan Internet Starlink di Indonesia, Berikut Cara Kerjanya

Azril Arham • Selasa, 16 April 2024 | 22:44 WIB
Satellite Internet Starlink
Satellite Internet Starlink

RadarBangkalan.id - Elon Musk sedang dalam persiapan untuk memperkenalkan layanan internet kepada masyarakat Indonesia melalui platform Starlink, setelah memenuhi persyaratan yang diberlakukan oleh pemerintah setempat.

Namun, sebelum memutuskan untuk bergabung dengan layanan tersebut, penting untuk memahami lebih dalam mengenai cara kerja Starlink dalam menyediakan akses internet yang dijanjikan.

Starlink merupakan sebuah konstelasi satelit internet yang beroperasi di jalur orbit rendah bumi, dikenal sebagai Low Earth Orbit (LEO).

Keberadaannya ini berbeda dengan satelit-satelit pada orbit Geostationary Earth Orbit (GEO), yang memberikan konektivitas dengan kecepatan lebih tinggi.

Berkat teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan di bawah naungan SpaceX, Starlink mengklaim sebagai konstelasi satelit internet terbesar dan pertama di dunia.

Dengan klaim tersebut, pengguna dijamin akan mendapatkan dukungan untuk berbagai aktivitas online seperti streaming, gaming, panggilan video, dan lain sebagainya.

Starlink menawarkan internet berkecepatan tinggi dan latensi rendah di seluruh dunia.

Ini menjadi sebuah terobosan karena sebagian besar layanan internet satelit saat ini berasal dari satelit tunggal pada orbit geostasioner yang memiliki jarak yang jauh lebih jauh, sekitar 35.786 kilometer.

Dengan demikian, latensi yang tinggi ini membuat aktivitas online seperti browsing atau kebutuhan akan broadband tinggi menjadi sulit terpenuhi.

Namun, Starlink hadir dengan solusi yang berbeda.

Dengan satelit-satelit yang berada sekitar 500 kilometer di atas permukaan Bumi, jangkauan layanan ini meliputi seluruh wilayah di dunia, dengan ribuan satelit yang tersebar untuk memastikan konektivitas yang lancar.

Kelebihan lainnya dari Starlink adalah kemampuannya untuk memberikan latensi yang rendah, hanya sekitar 25 milidetik, dibandingkan dengan sekitar 600 milidetik yang dimiliki oleh satelit-satelit GEO.

Untuk dapat menikmati layanan internet dari Starlink, pengguna harus memiliki perangkat khusus sebagai penerima sinyalnya.

Layanan ini juga diklaim dapat memenuhi kebutuhan konektivitas dari pengguna di berbagai lokasi, mulai dari pemukiman, area terpencil, hingga di tengah lautan.

Namun, sebelum memutuskan untuk berlangganan, penting untuk mengetahui harga dan paket layanan yang ditawarkan.

SpaceX telah menetapkan harga paket internet Starlink di Indonesia sebesar Rp 750 ribu per bulan.

Konsumen juga diharuskan membayar deposit sebesar Rp 750 ribu, serta biaya perangkat penerima layanan internet Starlink sebesar Rp 7,8 juta dan biaya pengiriman sekitar Rp 345 ribu.

Dengan total biaya sekitar Rp 9,45 juta, layanan ini dapat diakses melalui metode pembayaran menggunakan Apple Pay.

Meskipun demikian, informasi mengenai kecepatan internet download dan upload dari layanan Starlink di Indonesia belum diketahui secara pasti.

Dengan demikian, Starlink menawarkan solusi yang menarik untuk meningkatkan akses internet di Indonesia dengan kecepatan tinggi dan latensi rendah.

Dengan mengetahui lebih dalam cara kerja dan biaya layanan, masyarakat diharapkan dapat mempertimbangkan dengan bijak sebelum bergabung dengan layanan tersebut. ***

Batu Nisan bertulisan nama Hong Hae In disebut isyaratkan ending Queen of Tears.
Batu Nisan bertulisan nama Hong Hae In disebut isyaratkan ending Queen of Tears.
Editor : Azril Arham
#internet starlink #elon musk #Starlink #cara kerja #internet #satelit