News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Gen Z Masih Lebih Memilih Google Daripada TikTok untuk Mencari Informasi

Azril Arham • Sabtu, 20 April 2024 | 07:15 WIB

 

Ilustrasi Google
Ilustrasi Google

RadarBangkalan.id - Bagi pengguna internet dari generasi milenial, Google Search tetap menjadi pilihan utama untuk mencari informasi online.

Sebagai mesin pencari terbesar di dunia hingga saat ini, Google telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan digital kita.

Namun, dengan kemajuan teknologi dan perubahan perilaku, terutama dari generasi terbaru, lanskap pencarian online mulai berubah.

Platform media sosial, seperti TikTok, semakin banyak digunakan sebagai sumber informasi dan berita bagi pengguna, terutama mereka yang berusia muda.

Tetapi, meskipun platform seperti TikTok semakin populer di kalangan Generasi Z (kelahiran tahun 1997 hingga 2021) untuk mencari informasi, survei terbaru menunjukkan bahwa Google masih memegang posisi dominan di antara kelompok usia tersebut.

Menurut data yang dikumpulkan oleh Ypulse, sebesar 46% dari pengguna internet usia 18 hingga 24 tahun pertama kali melakukan pencarian mereka di Google.

Sementara itu, angka ini meningkat menjadi 58% untuk kelompok usia 25 hingga 39 tahun.

Perubahan ini mencerminkan evolusi dalam perilaku pencarian antara generasi.

Generasi milenial cenderung mengandalkan mesin pencari tradisional seperti Google, sementara Generasi Z lebih condong menggunakan platform media sosial untuk mencari informasi.

Namun, apa yang mendasari pergeseran ini? Salah satunya adalah kenyataan bahwa Generasi Z dibesarkan di tengah maraknya media sosial.

Mereka lebih nyaman dengan format konten visual, seperti video, dibandingkan dengan membaca informasi secara tradisional.

Selain itu, kebijakan pembayaran dari platform seperti TikTok kepada para kreator konten yang membuat konten yang sedang tren juga memengaruhi pilihan pengguna.

Hal ini menciptakan lingkungan di mana konten yang lebih menghibur atau populer lebih mudah ditemukan daripada konten informatif yang mendalam.

Namun demikian, ada juga beberapa kekhawatiran terkait penggunaan Google. Sebagai perusahaan yang mengandalkan iklan sebagai sumber pendapatan utama, Google terkadang harus melakukan sensor terhadap informasi untuk memenuhi kebutuhan pengiklan.

Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya kepercayaan dari pengguna yang mencari informasi yang lebih otentik.

Selain itu, media sosial sering kali menyajikan informasi dengan lebih cepat, meskipun mungkin kurang mendalam dibandingkan dengan hasil pencarian Google.

Bagi mereka yang menginginkan informasi yang cepat dan ringkas, postingan media sosial bisa menjadi pilihan yang lebih disukai.

Dalam menghadapi perubahan ini, Google dan platform media sosial lainnya terus berkompetisi untuk mempertahankan dan menarik pengguna.

Ini menciptakan dinamika yang menarik dalam evolusi perilaku pencarian online, dengan setiap platform mencoba menyesuaikan layanannya dengan preferensi pengguna yang terus berubah. ***

Editor : Azril Arham
#informasi #digital #online #tiktok #generasi z #Gen Z #google