RadarBangkalan.id - Starlink, layanan internet berbasis satelit yang dimiliki oleh Elon Musk, kini menjadi perbincangan hangat di Indonesia.
Dalam upaya meningkatkan konektivitas internet di daerah pelosok, Operator seluler Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menyoroti potensi besar Starlink untuk memberikan akses internet yang handal di seluruh negeri.
Dalam sebuah wawancara, Direktur & Chief Business Officer IOH, Muhammad Danny Buldansyah, menyatakan keyakinannya bahwa teknologi Starlink dapat menjadi jawaban bagi tantangan konektivitas di daerah-daerah terpencil.
"Pemerintah perlu memastikan kesehatan industri telekomunikasi. Namun, kami mendukung adopsi teknologi seperti Starlink untuk mengatasi ketidakmampuan kita dalam menjangkau wilayah-wilayah pedalaman," ujarnya.
Starlink, yang sebelumnya hanya tersedia untuk pelanggan korporat melalui kerjasama dengan Telkomsat, kini akan segera masuk ke pasar ritel.
Namun, meskipun potensinya besar untuk daerah rural, Danny juga menyoroti perbedaan kebutuhan antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
"Di kota-kota besar seperti Jakarta, infrastruktur fiber optik sudah merata. Dalam hal ini, layanan lain mungkin lebih unggul dari segi kecepatan dan harga," katanya.
Meskipun demikian, Danny mempertanyakan sejauh mana Starlink dapat bersaing dengan layanan internet lainnya.
Dengan harga layanan mencapai Rp 750 ribu per bulan dan biaya instalasi sekitar Rp 7-8 jutaan, ia menyoroti perbedaan signifikan dengan layanan fiber optik FTTH yang menawarkan tarif lebih terjangkau.
Namun, ia tetap mengakui bahwa Starlink lebih bersaing dengan layanan satelit lainnya, seperti Very Small Aperture Terminal (VSAT), daripada layanan seluler konvensional.
Sementara itu, pemerintah Indonesia, melalui Menkominfo Budi Arie Setiadi, menegaskan pentingnya Starlink mematuhi regulasi yang berlaku untuk beroperasi di Indonesia.
Dalam waktu dekat, Starlink akan menjalani uji coba di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, menandai langkah awalnya untuk memasuki pasar ritel Indonesia.
Dengan demikian, kehadiran Starlink di Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan akses internet di daerah terpencil, tetapi juga mematuhi regulasi dan menjaga keadilan kompetitif di pasar telekomunikasi nasional. ***