News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Google Membentuk Tim Khusus untuk Mempercepat Integrasi Kecerdasan Buatan ke Android dan Produk Lainnya

Azril Arham • Selasa, 23 April 2024 | 04:51 WIB
Ilustrasi Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) Dengan Android
Ilustrasi Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) Dengan Android

RadarBangkalan.id - Google baru-baru ini mengumumkan restrukturisasi besar-besaran yang bertujuan untuk lebih mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam ekosistem perangkat lunak dan perangkat keras mereka.

Salah satu langkah utama dalam restrukturisasi ini adalah pembentukan tim khusus yang diberi nama Platform and Devices, yang akan dipimpin oleh Rick Osterloh.

Tim Platform and Devices akan memiliki wewenang atas beberapa divisi kunci, termasuk Android, Chrome, ChromeOS, dan Photos.

Selain itu, tim ini juga akan menggabungkan sejumlah tim dari divisi perangkat keras, seperti Pixel, Nest, dan lainnya.

Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sinergi yang lebih besar antara pengembangan perangkat keras dan perangkat lunak.

Sebelumnya, Rick Osterloh menjabat sebagai SVP devices and services, dan kini ia akan memimpin semua divisi yang termasuk dalam Platform and Devices.

Sementara itu, Hiroshi Lockheimer, yang sebelumnya memimpin divisi Android, Chrome, dan ChromeOS, akan beralih ke posisi baru di dalam Google dan Alphabet, memimpin proyek-proyek lain.

Perubahan ini menunjukkan fokus Google yang semakin kuat pada integrasi AI ke dalam produk-produk mereka.

Osterloh mengungkapkan bahwa tujuan utama dari restrukturisasi ini adalah untuk mengkonsolidasi tim-tim tersebut guna membawa kecerdasan buatan ke berbagai produk Google.

"Saya pikir kalau integrasi AI ke hardware dan software benar-benar menunjukkan bagaimana AI bisa benar-benar mengubah pengalaman pengguna. Ini sangat penting, dan semakin terlihat kebenarannya saat ini," ujar Osterloh.

Dengan menggabungkan tim-tim tersebut, Google berharap dapat bergerak lebih cepat dalam mengintegrasikan kecerdasan buatan ke dalam produk-produk mereka.

Osterloh juga menyoroti keuntungan dari penempatan tim penelitian AI di tempat yang sama dengan tim pengembangan produk, yang memungkinkan pertukaran informasi dan kolaborasi yang lebih efektif.

Salah satu contoh dari integrasi ini adalah bergabungnya Jay Yagnik, seorang peneliti dan insinyur AI Google, ke dalam tim Platform and Devices.

Dengan demikian, tim yang melakukan penelitian AI sekarang berada di bawah naungan tim yang bertanggung jawab atas pengembangan produk AI.

Meskipun tim-tim tersebut telah digabungkan, Osterloh menegaskan bahwa akan tetap ada batasan antara divisi seperti Pixel dan Android.

Misalnya, Sameer Samat akan tetap menjabat sebagai "President of the Android Ecosystem," yang akan terus bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengembangkan Android.

Dengan restrukturisasi ini, Google berharap dapat lebih responsif terhadap perkembangan terbaru dalam kecerdasan buatan dan lebih efisien dalam menghadirkan inovasi ke pasar.

Langkah ini juga menggarisbawahi komitmen perusahaan untuk terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam teknologi AI. ***

Simpang lima gumul
Simpang lima gumul
Air terjun Dolo di Kediri
Air terjun Dolo di Kediri
wisata Gazebo Wilis Kediri
wisata Gazebo Wilis Kediri
wisata bukit gandrung Kediri
wisata bukit gandrung Kediri
wisata hutan pinus kediri
wisata hutan pinus kediri
Editor : Azril Arham
#tim khusus #produk #ai #kecerdasan buatan #Integrasi #android #artificial intelligence #google