RadarBangkalan.id - Headset Apple Vision Pro memulai debutnya di pasar Amerika Serikat pada bulan Februari yang lalu dan mencatat keberhasilan luar biasa dengan habis terjual dalam sepekan pertama pre-order.
Namun, popularitasnya kini mulai meredup hanya dalam dua bulan setelah dirilis.
Menurut laporan terbaru dari Bloomberg, minat konsumen terhadap Vision Pro mengalami penurunan yang signifikan.
Hal ini terlihat dari menurunnya permintaan untuk demonstrasi produk serta penjualan di toko ritel Apple yang mengalami penurunan drastis.
Menurut jurnalis Bloomberg, Mark Gurman, "Permintaan untuk demonstrasi turun drastis. Orang-orang yang telah membuat janji sering kali tidak datang, dan penjualan - terutama di beberapa lokasi - mengalami penurunan dari beberapa unit per hari menjadi hanya segelintir unit dalam seminggu."
Saat pertama kali dibuka untuk pre-order pada bulan Januari, Vision Pro langsung terjual sebanyak 180.000 unit.
Antusiasme fanboy Apple terlihat dari antrian panjang di toko-toko Apple untuk mencoba dan membeli perangkat ini.
Meskipun demikian, meskipun awalnya terjual dengan cepat, penjualan Vision Pro mulai menunjukkan penurunan.
Namun, Apple tidak menyerah begitu saja dan terus mempromosikan Vision Pro dengan berbagai promo besar di situs web resminya.
Tantangan Penggunaan Sehari-hari dan Kurangnya Dukungan Aplikasi Populer
Penurunan popularitas Vision Pro sebagian besar disebabkan oleh masalah-masalah yang sering dihadapi oleh perangkat virtual/augmented reality (VR/AR).
Salah satunya adalah tantangan mempertahankan keterlibatan pengguna agar mereka menggunakan perangkat tersebut secara konsisten.
Beberapa pengguna di media sosial mengaku semakin jarang menggunakan perangkat mixed reality tersebut.
Salah satunya adalah Gurman yang dulunya menggunakan Vision Pro setiap hari, kini hanya menggunakan perangkat tersebut sekali atau dua kali dalam seminggu.
Tantangan lainnya adalah proses setup yang agak rumit serta kurangnya dukungan aplikasi populer seperti Netflix, YouTube, dan Spotify.
Vision Pro juga lebih cocok digunakan untuk kegiatan individu seperti saat bekerja dari rumah, dibandingkan dengan situasi sosial atau di lingkungan kantor.
Harapan dengan Peluncuran Versi Terjangkau dan Peningkatan Pengalaman Pengguna
Meskipun popularitasnya menurun, beberapa analis memperkirakan bahwa Vision Pro masih memiliki potensi sebagai produk niche hingga Apple meluncurkan versi yang lebih terjangkau.
Saat ini, harga Vision Pro sangat tinggi dibandingkan dengan kompetitornya, dengan harga mulai dari USD 3.500 atau sekitar Rp 56 jutaan.
Apple dilaporkan sedang menyiapkan versi Vision Pro dengan harga lebih terjangkau yang diharapkan akan diluncurkan pada tahun 2025.
Selain itu, mereka juga terus berusaha meningkatkan pengalaman pengguna Vision Pro melalui pembaruan dan fitur baru yang dirilis secara berkala. ***