News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Bisnis Pacar AI: Fenomena yang Kian Meningkat dan Potensialnya di Pasar Modern

Azril Arham • Senin, 29 April 2024 | 23:04 WIB

 

Ilustrasi Bisnis Pacar AI
Ilustrasi Bisnis Pacar AI

RadarBangkalan.id - Semakin hari, semakin banyak individu yang menemukan kenyamanan dalam simulasi hubungan dengan kecerdasan buatan.

Tidak dapat dipungkiri bahwa permintaan terhadap pacar AI semakin meningkat, terutama di kalangan yang merasa kesepian.

Dalam sebuah postingan menarik di X/Twitter yang dikutip oleh detikINET dari Futurism pada Kamis (25/4/2024), Greg Isenberg, mantan eksekutif WeWork, membagikan pengalamannya bertemu dengan seorang pemuda yang mengalokasikan dana sebesar USD 10.000 per bulan, atau sekitar Rp 162 juta, untuk 'pacar AI' atau chatbot yang mensimulasikan hubungan.

Isenberg menyadari potensi pasar ini dan membandingkannya dengan strategi yang diterapkan oleh Match Group dalam aplikasi kencan mereka.

Dalam percakapan yang menarik, Isenberg mengungkapkan bahwa awalnya ia mengira pemuda tersebut bercanda.

Namun, kenyataannya, pemuda tersebut adalah seorang lajang berusia 24 tahun yang serius memperlakukan hubungannya dengan AI.

Hingga saat ini, Match Group, yang memiliki Tinder, Hinge, Match.com, OKCupid, Plenty of Fish, dan beberapa platform lainnya, memiliki kapitalisasi pasar yang mencapai lebih dari USD 9 miliar atau setara dengan 146 triliun rupiah.

CEO dari sebuah startup yang merupakan induk dari perusahaan Late Checkout mencatat bahwa pasar ini sangat menggiurkan, dengan potensi menghasilkan miliaran dolar atau bahkan lebih.

Selama percakapan dengan Isenberg, pemuda tersebut menjelaskan alasan di balik investasinya tersebut, mengutip kemampuannya untuk 'bermain' dengan pasangannya AI seperti bermain video game.

Mereka menukar pesan suara dan menyesuaikan preferensi mereka, menunjukkan betapa seriusnya ia memperlakukan hubungannya dengan AI tersebut.

Tidak hanya itu, ada juga laporan tentang seseorang yang tertarik pada Candy.ai dan Cupid.ai, dua platform yang memungkinkan percakapan berbau seksual yang tidak dapat diakses melalui aplikasi kencan lainnya.

Individu yang menggunakan pacar AI ini menggambarkannya sebagai pengalaman yang serupa dengan menggunakan aplikasi kencan konvensional.

Reaksi dari masyarakat bermacam-macam,Baca Juga: Bocoran Peluncuran iPad Baru dari Apple, Ini Spesifikasinya ada yang menyambut era pacar AI dengan antusiasme, sementara ada yang skeptis terhadap kemungkinan penggunaan pacar AI di lingkungan mereka.

 

Meskipun banyak yang menarik minat pada fenomena ini, sedikit yang mempertimbangkan potensi finansial yang terkandung di dalamnya bagi para investor.

Lebih ironis lagi, tren ini dapat berpotensi mengurangi interaksi sosial yang nyata yang diidamkan oleh banyak orang.

Dengan demikian, tampaknya bisnis pacar AI bukan hanya merupakan tren sosial yang menarik perhatian, tetapi juga memiliki potensi besar di pasar modern yang terus berkembang. ***

Umarali Rakhmonaliev
Umarali Rakhmonaliev
Editor : Azril Arham
#ai #kecerdasan buatan #pacar #fenomena #bisnis #artificial intelligence