News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ternyata Ada Perbedaan Hacker Zaman Dulu dengan Sekarang, Ini Cara Kerjanya

Azril Arham • Rabu, 22 Mei 2024 | 06:17 WIB
Ilustrasi Hacker
Ilustrasi Hacker

RadarBangkalan.id - Seiring perkembangan teknologi, perbedaan antara cara kerja hacker zaman dulu dan sekarang semakin mencolok.

Donny Koesmandarin, Enterprise Group Manager untuk Indonesia di Kaspersky, mengungkapkan perbedaan-perbedaan ini dalam acara Kaspersky NEXT Media Launch yang diadakan pada Selasa (21/5/2024) di Hotel Pullman Jakarta Pusat.

Menurut Donny, setidaknya ada dua perbedaan utama yang harus diperhatikan.

Pada masa lalu, hacker sering kali hanya mencari panggung atau ingin mengukuhkan eksistensi mereka di dunia maya.

Mereka melakukan peretasan untuk mendapatkan pengakuan dan kepuasan pribadi.

Namun, menurut Donny, motivasi hacker zaman sekarang telah berubah secara signifikan. "Dulu, para hacker tidak memiliki tujuan yang lebih dari sekadar mencari nama. Namun sekarang, black hat hacker bermain dengan strategi untuk mendapatkan sesuatu yang lebih berharga, seperti data pribadi," ujarnya.

Di era modern ini, data adalah komoditas berharga yang dijual di dark web. Hacker modern tidak lagi tertarik untuk sekadar terkenal, tetapi mereka mengincar keuntungan finansial dengan mencuri dan menjual data pribadi.

"Kalau mereka bisa menanam malware dan mengambil data, mereka bisa menjualnya di dark web. Sekarang target mereka benar-benar angka, bukan sekadar nama lagi," tambah Donny.

Perbedaan kedua terletak pada struktur kerja para hacker. Dulu, banyak hacker yang bekerja sendirian, namun kini tren telah berubah.

Hacker masa kini lebih sering beroperasi dalam kelompok atau sindikat. Donny menjelaskan bahwa semakin banyak hacker yang direkrut dalam sebuah grup, semakin banyak pula tugas yang bisa diselesaikan secara kolektif.

"Satu hacker tunggal masih ada, tetapi sekarang kebanyakan sudah bekerja dalam grup. Contohnya adalah kelompok Lazarus," jelasnya.

Kelompok hacker seperti Lazarus bekerja secara terorganisir dan lebih spesifik dalam menjalankan aksinya.

Dengan beroperasi sebagai grup, mereka bisa mencapai tingkat kecanggihan yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu.

Lazarus, yang dikenal juga sebagai APT38, merupakan salah satu kelompok hacker paling berbahaya di dunia.

Berbasis di Korea Utara, kelompok ini telah aktif sejak 2009 dan dikenal dengan serangan lintas platform yang canggih.

Mereka menargetkan bank, lembaga keuangan, kasino, bursa mata uang kripto, sistem SWIFT, dan ATM di setidaknya 38 negara.

Lazarus tidak hanya dikenal karena serangan yang canggih, tetapi juga karena ancaman besar yang ditimbulkan oleh setiap anggotanya.

FBI bahkan mencari salah satu hacker yang tergabung dalam kelompok ini. Kelompok ini telah menunjukkan bahwa kerja sama dalam kelompok dapat menghasilkan serangan yang jauh lebih efektif dan merusak dibandingkan serangan oleh individu. ***

 

Editor : Azril Arham
#hacker #zaman dulu #zaman sekarang #perbedaan #cara kerja