News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Aplikasi CapCut Kontroversial di China, Sampai Disebut Bikin Kacau

Azril Arham • Kamis, 23 Mei 2024 | 00:10 WIB
Ilustrasi Aplikasi Yang Buat Kacau di China
Ilustrasi Aplikasi Yang Buat Kacau di China

RadarBangkalan.id - CapCut, sebuah aplikasi asal China, mendapat sorotan karena dituding menjadi salah satu sumber misinformasi dan hoax yang meresahkan.

Meskipun tidak sepopuler TikTok, CapCut, sebuah software pengeditan video, juga menciptakan gelombang kekhawatiran.

Menariknya, CapCut memiliki hubungan erat dengan TikTok karena keduanya berasal dari perusahaan yang sama, yakni ByteDance.

TikTok telah menjadi sasaran kritik di banyak negara, terutama Amerika Serikat, yang mengkhawatirkan keamanan data warga dan nasional akibat penggunaannya.

Namun, dampak dari CapCut juga dinilai memiliki potensi bahaya serupa.

Pada bulan April, Microsoft merilis laporan yang menyebutkan bahwa kelompok yang didukung pemerintah China menggunakan CapCut untuk menyebarkan konten disinformasi terkait pemilu di Taiwan.

Konten tersebut dihasilkan melalui kecerdasan buatan (AI) dan melibatkan presenter palsu.

Salah satu video yang diproduksi dengan CapCut menuduh seorang kandidat pro kedaulatan Taiwan memiliki anak di luar nikah, sebuah klaim yang ternyata tidak berdasar.

Menurut Microsoft, CapCut memberikan kemudahan dalam pembuatan presenter palsu ini melalui fitur template yang tersedia, memungkinkan produksi konten dalam volume besar dengan cepat.

Avatar-avatar AI ini kemudian disebarluaskan melalui media sosial untuk tujuan propaganda yang didukung oleh negara.

Tyler Williams, seorang direktur di Graphika, sebuah perusahaan riset disinformasi, mengungkapkan bahwa keaslian presenter palsu ini sulit dideteksi, terutama bagi pengguna yang menonton melalui layar kecil seperti di ponsel.

Dia menegaskan bahwa dengan teknologi semakin canggih, perbedaan antara presenter palsu dan manusia nyata bisa semakin samar.

Meskipun begitu, para ahli masih meragukan efektivitas dari presenter berita buatan komputer saat ini.

Contohnya, meskipun upaya besar dilakukan untuk mendiskreditkan partai pro kedaulatan Taiwan, partai Tsai tetap memenangkan pemilu di Taiwan.

Macrina Wang, seorang wakil editor verifikasi berita di NewsGuard, mengatakan bahwa meskipun avatar yang dihasilkan CapCut masih terlihat kasar bagi mata yang terlatih, ada kemungkinan teknologi ini akan semakin canggih dan mampu menipu pengguna internet di masa depan.

Dengan perkembangan teknologi yang pesat, penting untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap konten yang dihasilkan oleh aplikasi seperti CapCut.

Melalui pemahaman yang lebih baik tentang teknologi dan kemampuannya, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam mengonsumsi informasi yang tersebar di media sosial. ***

Editor : Azril Arham
#china #aplikasi #Capcut #kontroversial