RadarBangkalan.id - Penyediaan layanan komunikasi, televisi, dan internet hanyalah puncak gunung es dalam penggunaan teknologi berbasis ruang angkasa.
Ada berbagai jenis satelit dengan beragam fungsi yang telah diluncurkan dalam beberapa tahun terakhir untuk tujuan ilmiah, seperti observasi Bumi, studi meteorologi, navigasi, mempelajari dampak penerbangan luar angkasa terhadap organisme hidup, dan mendapatkan wawasan tentang kosmos.
Saat ini, ada empat jenis satelit yang paling umum berdasarkan penerapannya. Berikut adalah jenis-jenis satelit menurut fungsinya, seperti dikutip dari EOS Data Analytics.
1. Satelit Komunikasi
Satelit komunikasi, biasanya terletak di orbit geostasioner Bumi (GEO) yang berada pada ketinggian 35.786 kilometer di atas permukaan Bumi, dilengkapi dengan transponder, penerima, dan pemancar sinyal radio terintegrasi.
Satelit ini dapat menerima sinyal dari Bumi dan mengirimkannya kembali ke planet ini, sehingga membuka saluran komunikasi antara daerah yang sebelumnya tidak dapat berkomunikasi karena jarak yang jauh atau kendala lainnya.
Berbagai jenis satelit komunikasi memfasilitasi berbagai bentuk transmisi media, seperti radio, TV, telepon, dan internet.
Dengan menggunakan satelit komunikasi, kita dapat menyampaikan banyak sinyal sekaligus.
Satelit untuk penyiaran dan distribusi sinyal TV ke stasiun berbasis darat biasanya memiliki transponder tersendiri untuk setiap operator, meskipun dalam banyak kasus, beberapa operator akan direlai oleh satu transponder.
Karena kompatibilitasnya dengan terminal seluler, satelit jenis ini sangat cocok untuk komunikasi jarak jauh.
2. Satelit Pengamatan Bumi
Satelit observasi Bumi bertujuan untuk memantau planet kita dari luar angkasa dan melaporkan kembali setiap perubahan yang mereka amati.
Teknologi luar angkasa ini memungkinkan pemantauan lingkungan yang konsisten dan berulang serta analisis cepat terhadap kejadian-kejadian darurat seperti bencana alam dan konflik bersenjata.
Tujuan dari misi pengawasan menentukan jenis sensor satelit yang digunakan untuk observasi Bumi.
Informasi yang dikumpulkan pun bervariasi tergantung pada jenis sensor yang digunakan dan pita frekuensi yang tersedia. Satelit observasi Bumi dapat dikategorikan ke dalam jenis berikut:
- Pengamatan cuaca
Digunakan untuk memantau dan meramalkan tren cuaca serta menyediakan data cuaca aktual.
Satelit yang berada di GEO ideal untuk jenis satelit cuaca karena memberikan sudut pandang konstan yang memungkinkan para ilmuwan melacak pola awan dan memprediksi pergerakannya.
- Penginderaan jauh
Digunakan untuk berbagai jenis pemantauan lingkungan dan pemetaan geografis. Satelit ini mengelilingi Bumi dalam salah satu dari tiga orbit: polar, non-polar Low Earth Orbit (LEO), atau GEO.
Satelit sistem informasi geografis (GIS) adalah salah satu jenis pesawat ruang angkasa penginderaan jauh yang fungsi utamanya adalah menyediakan gambar untuk pemetaan GIS dan analisis spasial lebih lanjut.
3. Satelit Navigasi
Satelit navigasi terletak antara 20.000 hingga 37.000 kilometer dari permukaan Bumi.
Satelit jenis ini mengirimkan sinyal yang mengungkapkan waktu, posisi di luar angkasa, dan status kesehatan. Ada dua jenis utama sistem navigasi ruang angkasa:
- Sistem Satelit Navigasi Global (Global Navigation Satellite System/GNSS)
Menyiarkan sinyal yang diambil dan digunakan oleh penerima GNSS untuk tujuan geolokasi, sehingga menyediakan cakupan global.
Contohnya adalah Galileo di Eropa, GPS di Amerika Serikat, dan Sistem Satelit Navigasi BeiDou di China.
- Sistem Satelit Navigasi Regional (Regional Navigation Satellite System/RNSS)
Sistem navigasi regional otonom yang menyediakan jangkauan dalam skala regional. Misalnya, proyek IRNSS India bertujuan untuk menyediakan layanan berbasis lokasi yang dapat diandalkan bagi warga India.
4. Satelit Astronomi
Satelit astronomi pada dasarnya adalah teleskop raksasa yang mengorbit. Ia mampu melihat tanpa gangguan atmosfer Bumi, dan teknologi pencitraan inframerahnya dapat berfungsi normal tanpa tertipu oleh suhu permukaan planet.
Satelit astronomi memiliki penglihatan sepuluh kali lebih baik dibandingkan teleskop tercanggih di Bumi. Satelit astronomi dapat dibagi menjadi beberapa jenis:
- Penelitian astronomi
Digunakan untuk menyelidiki berbagai jenis benda langit dan fenomena di luar angkasa, mulai dari pembuatan peta permukaan bintang dan planet hingga mempelajari lubang hitam.
- Penelitian iklim
Satelit yang dilengkapi dengan sensor tertentu memungkinkan ilmuwan mengumpulkan data komprehensif mengenai lautan dan es, daratan, biosfer, dan atmosfer di dunia.
- Studi tumbuhan dan hewan
Penelitian berbasis ruang angkasa pada sel dan struktur tumbuhan serta hewan dapat dilakukan berkat biosatelit.
Satelit ini memungkinkan ilmuwan dari berbagai daerah untuk bekerja sama dan memainkan peran penting dalam kemajuan kedokteran dan biologi.
Sebagian besar satelit dapat menjalankan lebih dari satu fungsi secara bersamaan. Namun, para peneliti biasanya mendiversifikasi jenis satelit yang mereka gunakan untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih komprehensif dan akurat.
Dengan perkembangan teknologi, penggunaan satelit akan terus berkembang dan beradaptasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan ilmiah dan komersial di masa depan. ***
Editor : Azril Arham