News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Jadi Saingan Berat Whatsapp, Aplikasi Ini Malah Terancam Diblokir

Azril Arham • Rabu, 29 Mei 2024 | 04:04 WIB
Ilustrasi Telegram
Ilustrasi Telegram

RadarBangkalan.id - Aplikasi pengganti WhatsApp, Telegram, semakin ramai dipakai oleh pengguna di seluruh dunia.

Popularitasnya yang terus meningkat membuat Telegram semakin mendekati posisi WhatsApp sebagai aplikasi pesan instan yang paling banyak digunakan.

Namun, di Indonesia, nasib Telegram saat ini sedang berada di ujung tanduk.

Pendiri Telegram, Pavel Durov, optimis bahwa aplikasi pesan instan ini akan mencapai satu miliar pengguna aktif bulanan dalam waktu satu tahun.

"Kami mungkin akan melampaui satu miliar pengguna aktif bulanan dalam satu tahun sekarang. Telegram menyebar seperti kebakaran hutan," ujar Durov, yang sepenuhnya memiliki Telegram, seperti dikutip dari Reuters.

Telegram telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam jumlah pengguna, terutama di negara-negara bekas Uni Soviet.

Aplikasi ini telah menjadi salah satu platform media sosial utama di dunia, setelah Facebook, YouTube, WhatsApp, Instagram, TikTok, dan WeChat. Meskipun begitu, WhatsApp masih memimpin dengan dua miliar pengguna aktif bulanan.

Di Indonesia, pertumbuhan pengguna Telegram sedang menemui kendala besar. Aplikasi ini banyak digunakan untuk kegiatan judi online, yang saat ini tengah menjadi target pemberantasan oleh pemerintah.

Presiden Joko Widodo sedang gencar-gencarnya memberangus permainan judi online yang dianggap merusak masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengungkapkan bahwa Telegram terancam ditutup di Indonesia jika tidak kooperatif dalam upaya pemberantasan judi online.

Pemerintah melalui Kominfo telah memberikan peringatan keras kepada penyelenggara jasa internet (ISP) dan platform digital lainnya.

"Platform digital ini sangat kooperatif, saya sebut saja di sini, tinggal Telegram yang tidak kooperatif," ujar Budi dalam konferensi pers virtual, Jumat (24/5/2024).

Ia mencontohkan Google yang menunjukkan keseriusan dalam mengatasi judi online dengan penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa jika Telegram tidak segera berkooperasi untuk mengatasi masalah judi online, maka pemerintah tidak akan ragu untuk menutup akses aplikasi tersebut di Indonesia.

Ancaman ini bukanlah yang pertama bagi Telegram. Pada tahun 2017, aplikasi ini pernah diblokir oleh Kominfo karena ditemukan konten radikalisme, terorisme, dan paham kebencian di dalamnya.

Saat itu, pendiri Telegram, Pavel Durov, bahkan harus datang ke Indonesia untuk membahas pemblokiran tersebut.

Setelah hampir satu bulan, akhirnya Telegram dinormalisasi setelah menyepakati untuk mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia. ***

Editor : Azril Arham
#whatsapp #telegram #aplikasi #aplikasi telegram #judi online #aplikasi whatsapp #diblokir