RadarBangkalan.id - Gangguan pada satelit di luar angkasa bisa menjadi tantangan serius mengingat peran vitalnya dalam berbagai layanan modern.
Dengan ketergantungan yang tinggi pada operasional satelit, diperlukan strategi mitigasi yang efektif untuk menghadapi risiko tersebut.
Menurut Nizam Ahmad, seorang Peneliti Pusat Riset Antariksa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mitigasi terhadap gangguan satelit merupakan sebuah tantangan.
"Kalau satelit sudah diluncurkan memang sulit melakukan mitigasi, kita tidak bisa berbuat apa-apa di luar angkasa. Kita hanya bisa memantau dan memprediksi kira-kira kalau melewati daerah ini atau ada badai Matahari, berpotensi menganggu tidak?" ujarnya dalam sebuah live talkshow di kanal YouTube BRIN.
Indonesia telah mengambil langkah-langkah dalam pengembangan sistem informasi anomali satelit yang berisi basis data dari satelit yang pernah mengalami kerusakan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi yang dilakukan. Namun demikian, Nizam menyoroti perlunya riset yang lebih mendalam mengenai gangguan satelit.
Riset tentang gangguan satelit dilakukan melalui simulasi numerik berbasis komputasi.
Satelit-satelit yang mengalami kerusakan dianalisis secara detail, termasuk pemetaan material, geometri, dan orbitnya.
"Kita coba bedah materialnya apa, geometrinya seperti apa, orbitnya seperti apa, kemudian kita coba trace back lingkungan antariksa ketika menyebabkan satelit itu rusak. Dari situ kita mencoba mereplika kondisinya pada satelit-satelit yang nanti berpotensi dikembangkan seperti itu," jelas Nizam.
Upaya riset ini diharapkan dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik mengenai faktor-faktor yang menyebabkan gangguan pada satelit, sehingga dapat memungkinkan pengembangan strategi mitigasi yang lebih efektif.
Dalam konteks pengembangan satelit di Indonesia, Nizam menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak.
Indonesia telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengembangan satelit. Mulai dari LAPAN A1, A2, dan A3 hingga LAPAN A4 dan A5, serta rencana pengembangan konstelasi satelit untuk berbagai keperluan.
Namun, untuk memastikan kelangsungan operasional dan keandalan satelit, dibutuhkan upaya yang berkelanjutan, termasuk riset tentang mitigasi gangguan satelit.
"Sangat tidak logis kita mengembangkan satelit, meluncurkan satelit, tapi tidak bisa memprediksi dan memitigasi jika terjadi sesuatu pada satelit yang diluncurkan," tandas Nizam.
Dengan komitmen yang kuat dalam riset dan pengembangan, serta dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah dan berbagai pihak terkait, diharapkan Indonesia dapat terus maju dalam bidang teknologi satelit dan meningkatkan kemampuan mitigasi terhadap gangguan yang mungkin terjadi di luar angkasa. ***
Editor : Azril Arham