News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Starlink Menawarkan Harga Lebih Murah, Ancam Keberlangsungan Pemain Internet Lokal

Azril Arham • Kamis, 30 Mei 2024 | 22:34 WIB
Ini harga layanan internet Starlink di Indonesia yang disampaikan di situs resminya.
Ini harga layanan internet Starlink di Indonesia yang disampaikan di situs resminya.

RadarBangkalan.id - Setelah melakukan debutnya di pasar ritel Indonesia, Starlink tidak hanya menawarkan layanan internet, tetapi juga strategi harga yang menarik dengan menawarkan tarif lebih terjangkau dan mengadakan penjualan perangkat keras dengan harga yang bersaing.

Pergerakan ini tidak hanya menjadi sorotan, tetapi juga ancaman serius bagi pemain lokal dalam industri internet, seperti penyedia layanan VSAT dan fixed broadband.

Menurut Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) setelah melakukan Forum Group Discussion terkait masuknya Starlink ke Indonesia, Starlink menawarkan layanan internet berbasis satelit dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan penyedia satelit lainnya di pasar.

Dalam pernyataannya, ASSI menyoroti bahwa harga yang ditawarkan oleh Starlink terasa tidak wajar dibandingkan dengan layanan serupa dari pemain lokal.

Sebagai contoh, harga layanan Starlink dinyatakan jauh lebih murah daripada layanan VSAT lokal.

Seorang perwakilan dari ASSI, Sekjen Sigit Jatiputro, menyebutkan bahwa harga paket VSAT lokal yang unlimited bisa mencapai Rp 3,5 juta, sementara Starlink menawarkan layanan dengan harga hanya Rp 750 ribu.

Begitu juga dengan harga perangkat keras, dimana harga perangkat terendah di pasar lokal mencapai Rp 9,1 juta, sedangkan Starlink menawarkan harga promosi sekitar Rp 4,6 juta.

Namun, yang menjadi perhatian utama adalah perbandingan harga layanan Starlink antara Indonesia dan Amerika Serikat, negara asalnya.

Harga layanan Starlink di Indonesia disebutkan hanya sekitar setengah hingga dua pertiga dari harga layanan yang ditawarkan di Amerika Serikat.

Hal ini menimbulkan pertanyaan akan alasan di balik perbedaan harga yang signifikan ini.

ASSI juga menggarisbawahi potensi dampak negatif dari layanan Starlink terhadap regulasi dan industri lokal.

Mereka menyoroti kemungkinan penggunaan layanan Starlink oleh oknum untuk dijual kembali, yang dikenal dengan istilah RT RW Net.

Meskipun regulasi melarang praktik tersebut, namun potensi keuntungan yang besar membuat beberapa pihak mengabaikan aturan tersebut.

Tidak hanya itu, kehadiran Starlink juga dianggap mengancam keberlangsungan pemain internet lokal baik dalam sektor korporasi maupun ritel.

Starlink menawarkan paket residensial yang bisa digunakan untuk kebutuhan bisnis dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan dengan layanan sejenis dari pemain lokal.

Hal ini membuat pemain lokal merasa terdesak dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat.

Dengan pergerakan agresif Starlink di pasar ritel Indonesia, dampaknya terhadap pemain internet lokal, baik VSAT maupun fixed broadband, sudah mulai terasa.

ASSI bahkan menyatakan bahwa kemungkinan besar pemain VSAT dalam negeri tidak akan mampu bertahan dalam persaingan dengan Starlink dalam waktu yang relatif singkat.

Secara keseluruhan, kehadiran Starlink di pasar ritel Indonesia bukan hanya menjadi ancaman bagi pemain lokal, tetapi juga memperlihatkan dinamika yang kompleks dalam industri internet yang semakin terglobalisasi.

Dalam menghadapi tantangan ini, kemampuan adaptasi dan inovasi menjadi kunci bagi pemain lokal untuk tetap bersaing dalam pasar yang semakin kompetitif. ***

GRAFIS.
GRAFIS.
Editor : Azril Arham
#layanan Starlink #harga internet starlink #Paket Harga Internet Starlink #internet starlink #Kecepatan Starlink #starlink indonesia #Starlink #Jaringan internet Starlink #harga starlink #diskon starlink