News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Kominfo Tegaskan Starlink Tidak Layani Koneksi Langsung ke Smartphone

Azril Arham • Rabu, 26 Juni 2024 | 22:10 WIB
Layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk, Starlink secara resmi telah beroperasi di Indonesia, sejak Minggu (19/5). (Instagram Starlink)
Layanan internet berbasis satelit milik Elon Musk, Starlink secara resmi telah beroperasi di Indonesia, sejak Minggu (19/5). (Instagram Starlink)

RadarBangkalan.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia telah memberikan klarifikasi mengenai rencana masuknya layanan Direct to Cell milik Starlink ke Tanah Air.

Layanan ini memungkinkan perangkat ponsel langsung terhubung ke satelit, membuka potensi akses internet global tanpa bergantung pada infrastruktur darat.

Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kominfo, Ismail, menegaskan bahwa meskipun Starlink telah mengembangkan teknologi Direct to Cell, layanan ini saat ini tidak beroperasi di Indonesia.

Hal ini disampaikan untuk mengklarifikasi keberadaan Direct to Cell Starlink yang sempat menjadi sorotan media.

Menurut pernyataan resmi dari Kominfo, "Mengingat belum adanya regulasi yang mengatur penyelenggaraan Direct to Cell dan potensi interferensi dengan frekuensi jaringan seluler yang dioperasikan oleh operator lokal, kami menegaskan bahwa layanan ini belum dapat diakses di Indonesia pada saat ini."

Direct to Cell merupakan teknologi inovatif yang memungkinkan pengguna untuk mengakses internet, melakukan panggilan suara, dan mengirim pesan teks langsung melalui satelit Starlink.

Teknologi ini menggunakan modem eNodeB yang canggih, menggantikan fungsi menara BTS di darat dengan menara virtual di ruang angkasa.

Ini berarti pengguna tidak perlu lagi mengandalkan infrastruktur telekomunikasi tradisional untuk terhubung.

Satelit Starlink yang mendukung Direct to Cell telah sukses mengirim dan menerima pesan teks menggunakan spektrum jaringan T-Mobile, menunjukkan kemajuan signifikan dalam uji coba yang dimulai pada Januari 2024.

Rencananya, layanan ini akan diperluas mulai tahun 2025 untuk mencakup layanan suara, data, dan integrasi dengan Internet of Things (IoT).

Kehadiran Direct to Cell Starlink di Indonesia menimbulkan respons dari operator seluler dalam negeri yang menyoroti perlunya regulasi yang jelas untuk mengatur dampak teknologi ini terhadap infrastruktur telekomunikasi yang sudah ada.

Pemerintah diharapkan untuk memperhatikan kepentingan industri telekomunikasi dalam negeri dalam menghadapi perkembangan global seperti ini.

Dengan berbagai potensi dan tantangan yang dihadapinya, masuknya Direct to Cell Starlink ke Indonesia menjadi perbincangan penting dalam industri telekomunikasi.

Klarifikasi dari Kominfo menegaskan bahwa saat ini, pengguna di Indonesia belum dapat menikmati layanan ini hingga ada regulasi yang memadai untuk menjaga stabilitas jaringan telekomunikasi nasional. ***

Editor : Azril Arham
#Direct to Cell #hp #starlink indonesia #Starlink #kominfo #smartphone #koneksi #satelit