News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Pengguna Telegram Wajib Hati-Hati ! Kejahatan Siber Meningkat 53% di 2024

Azril Arham • Senin, 8 Juli 2024 | 13:40 WIB
Ilustrasi Kejahatan Siber
Ilustrasi Kejahatan Siber

RadarBangkalan.id - Menurut laporan terbaru dari perusahaan keamanan siber terkemuka, Kaspersky, aktivitas kejahatan online di platform pesan instan Telegram mengalami lonjakan signifikan sebesar 53% selama tahun 2024 ini.

Tim Kaspersky Digital Footprint Intelligence melakukan analisis mendalam terhadap saluran-saluran bayangan di Telegram dan menemukan tren yang mengkhawatirkan.

Saluran dan grup yang didedikasikan untuk kegiatan ilegal semakin aktif digunakan oleh pelaku kejahatan maya.

Mereka memanfaatkan Telegram untuk berdiskusi tentang skema penipuan, mendistribusikan data yang bocor, dan memperdagangkan layanan-layanan kriminal seperti pencairan dana ilegal, pemalsuan dokumen, serta serangan DDoS.

Menurut data Digital Footprint Intelligence Kaspersky, volume postingan terkait kegiatan kriminal di Telegram meningkat tajam, mencatat lonjakan sebesar 53% dari Mei hingga Juni 2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Alexei Bannikov, seorang analis dari Digital Footprint Intelligence Kaspersky, menjelaskan bahwa minat yang tinggi terhadap Telegram dari kalangan penjahat maya disebabkan oleh beberapa faktor kunci.

Pertama, popularitas Telegram sebagai platform pesan instan yang mengklaim keamanan dan independensi tinggi tanpa mengumpulkan data pengguna, memberikan rasa aman bagi para pelaku kejahatan.

"Dibandingkan dengan forum-forum gelap yang lebih terbatas dan tersembunyi, Telegram memiliki lebih sedikit hambatan masuk, memungkinkan siapa pun dengan tujuan jahat untuk dengan mudah bergabung dengan komunitas kriminal," ujar Bannikov dalam keterangan resminya.

Namun, Telegram juga tidak memiliki sistem reputasi yang ketat seperti yang ada di forum-forum gelap, sehingga penipuan dan serangan antar anggota komunitas sering terjadi tanpa hambatan yang signifikan.

Selain itu, Telegram juga menjadi platform yang populer bagi para peretas untuk menyebarkan pernyataan dan merencanakan serangan DDoS serta metode serangan lainnya terhadap infrastruktur yang ditargetkan.

Hal ini disebabkan oleh distribusi konten yang cepat dan basis pengguna yang luas dari Telegram.

Untuk melindungi diri dari ancaman seperti ini, sangat penting untuk selalu meningkatkan kesadaran akan keamanan siber dan menggunakan aplikasi pesan dengan bijak.

Kaspersky merekomendasikan untuk selalu mengupdate keamanan perangkat lunak serta tidak mengklik atau membuka tautan yang mencurigakan di pesan-pesan yang diterima. ***

Editor : Azril Arham
#kejahatan #kejahatan siber #telegram #aplikasi telegram #keamanan siber #siber