News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Windows Alami Blue Screen Massal, Kualitas Infrastruktur IT Dunia Dipertanyakan

Azril Arham • Minggu, 21 Juli 2024 | 20:22 WIB
Ilustrasi Blue Screen Windows
Ilustrasi Blue Screen Windows

RadarBangkalan.id - Kekacauan yang terjadi akibat tumbangnya Microsoft Windows gegara update software dari perusahaan keamanan siber CrowdStrike, menyingkapkan kerapuhan mendalam dalam sistem digital global.

Dari bandara, perbankan, toko online, media, hingga berbagai layanan lainnya mengalami gangguan operasional yang signifikan akibat Sistem Windows alami Blue Screen.

Zoen Klienman, kolumnis teknologi BBC, menyebutkan bahwa gangguan ini memperlihatkan bahwa bahkan platform perusahaan besar seperti Microsoft, yang memiliki dana dan investasi besar dalam keamanan sistem yang kuat, dapat terpuruk akibat kesalahan yang tidak disengaja dalam update software yang dikeluarkan oleh perusahaan keamanan siber independen.

"Gangguan ini menunjukkan bahwa bahkan platform perusahaan besar seperti Microsoft, yang memiliki dana dan investasi besar dalam keamanan sistem yang kuat, dapat terpuruk karena kesalahan yang tidak disengaja dalam update software yang dikeluarkan oleh perusahaan keamanan siber independen," tulis Zoen Klienman.

Dampak dari kejadian ini sangat luas, mengingat komputer yang didukung oleh Microsoft merupakan jantung dari sebagian besar infrastruktur teknologi dunia.

Hal ini mengungkapkan betapa bergantungnya manusia pada infrastruktur digital tersebut dan betapa tidak berdayanya ketika terjadi kesalahan yang berada di luar kendali.

Ketergantungan ini memunculkan kekhawatiran mengenai kerapuhan sistem yang seharusnya kuat dan andal.

Gangguan ini juga memperlihatkan risiko besar yang dihadapi ketika seluruh upaya diletakkan dalam satu keranjang besar yang mencakup seluruh dunia.

"Gangguan ini juga menunjukkan risiko besar yang kita hadapi jika kita menaruh seluruh upaya kita ke dalam satu keranjang besar yang mencakup seluruh dunia," tulis Owen Sayers di Computer Weekly.

Ketergantungan pada satu penyedia TI telah menjadi pilihan banyak bisnis, layanan, dan masyarakat.

Hal ini menawarkan kemudahan dan kenyamanan, namun juga berarti tidak ada rencana cadangan jika penyedia tersebut tiba-tiba mengalami masalah.

"Memang banyak bisnis, layanan, dan masyarakat yang menggunakan hanya satu penyedia TI. Hal itu menyajikan kemudahan dan kenyamanan, tapi juga berarti tidak ada rencana B jika penyedia tersebut tiba-tiba mengalami masalah," tambah Owen Sayers.

Dalam beberapa kasus, vendor tunggal menjadi pilihan karena alasan biaya.

"Dalam beberapa kasus, vendor tunggal menjadi pilihan karena masalah biaya. Alasannya adalah karena vendornya sangat besar dan kuat sehingga perusahaan tidak mengantisipasi jika tumbang," kata Alina Timofeeva dari BCS, Institut TI.

CrowdStrike, sebagai perusahaan keamanan siber yang bertanggung jawab atas update software yang menyebabkan kekacauan ini, jelas sedang kelabakan.

"Akan ada seseorang di CrowdStrike yang akan mendapat banyak masalah saat ini karena tidak melakukan hal ini (update software) dengan benar. Dan akan ada banyak orang yang bekerja akhir pekan ini," kata Prof Victoria Baines dari Gresham College di London.

Kasus tumbangnya Windows akibat update software ini menggarisbawahi pentingnya diversifikasi dalam infrastruktur IT.

Ketergantungan pada satu penyedia atau satu jenis teknologi dapat menimbulkan risiko besar jika terjadi kegagalan.

Dalam dunia yang semakin terhubung secara digital, memiliki rencana cadangan dan menggunakan berbagai penyedia dapat membantu mengurangi risiko dan memastikan kelangsungan operasional yang lebih baik.

Dengan kejadian ini, perusahaan-perusahaan dan organisasi di seluruh dunia diharapkan dapat mengambil pelajaran penting mengenai pentingnya keamanan siber yang lebih baik dan diversifikasi dalam infrastruktur teknologi mereka. ***

 

Editor : Azril Arham
#windows #microsoft windows #blue screen #software #infrastruktur #microsoft #it #siber