News Viral Showbiz Otomotif Teknologi Food & Travel Sport Opini Kesehatan Video

Ini Alasan Startup Keamanan Siber Wiz Tolak Investasi Google Senilai Rp 373 Triliun

Ajiv Ibrohim • Kamis, 25 Juli 2024 | 02:35 WIB
ILUSTRASI. Kantor Google di Silicon Valley
ILUSTRASI. Kantor Google di Silicon Valley

Radarbangkalan.id - Startup keamanan siber asal Israel, Wiz, memutuskan untuk tidak menerima investasi dari Google yang nilainya dilaporkan mencapai US$23 miliar (Rp 373 triliun).

Jika kesepakatan itu terjadi, maka akan menjadi akuisisi terbesar yang pernah dilakukan raksasa teknologi AS tersebut, menurut memo Wiz yang dilihat oleh Reuters dan dikutip CNBC Indonesia pada Rabu, 24 Juli 2024.

Assaf Rappaport, CEO Wiz, menyatakan bahwa perusahaan sekarang akan fokus pada penawaran umum perdana (IPO), seperti yang telah direncanakan sebelumnya.

Mereka bertujuan untuk mencapai pendapatan berulang tahunan sebesar US$1 miliar (Rp 16 triliun).

"Mengatakan tidak pada tawaran seperti itu sulit, tetapi setelah diskusi panjang dengan tim kami yang luar biasa, saya merasa yakin dalam membuat pilihan itu," kata Rappaport dalam memo tersebut.

Baik Alphabet, sebagai induk Google, maupun Wiz belum secara resmi mengakui adanya pembicaraan kesepakatan ini.

Dalam memo yang ditinggalkan, Wiz tidak menyebutkan nama Google atau Alphabet, Google tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters, sementara Wiz menolak memberikan komentar.

Reuters melaporkan awal bulan ini bahwa Alphabet sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk membeli Wiz dengan nilai sekitar US$23 miliar, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.

Nilai akuisisi tersebut hampir dua kali lipat dari apa yang diumumkan Wiz pada bulan Mei, ketika mereka mengumpulkan US$1 miliar dalam putaran pendanaan swasta pada penilaian US$12 miliar.

Wiz adalah startup yang menyediakan solusi keamanan siber berbasis cloud untuk membantu perusahaan mengidentifikasi dan menghilangkan risiko pada platform cloud dengan dukungan kecerdasan buatan (AI).

Keputusan Wiz untuk membatalkan kesepakatan ini akan menjadi kemunduran bagi Google, yang telah berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur cloud-nya dan berfokus pada memenangkan klien untuk bisnis cloud mereka, yang menghasilkan pendapatan lebih dari US$33 miliar tahun lalu.

Salah satu alasan utama gagalnya pembicaraan kesepakatan ini adalah gangguan siber global minggu lalu yang disebabkan oleh pembaruan yang salah dari perusahaan keamanan siber CrowdStrike, menurut laporan Bloomberg News.

Gangguan ini menyoroti betapa krusialnya keamanan dalam layanan cloud dan menunjukkan risiko yang dapat terjadi meskipun menggunakan layanan dari perusahaan keamanan ternama. ***

Editor : Ajiv Ibrohim
#investasi #Wiz #keamanan #startup #Startup keamanan siber #google