Radarbangkalan.id - Serangan siber, khususnya ransomware dan business email compromise (BEC), terus menunjukkan peningkatan yang mengkhawatirkan.
Data terbaru dari Cisco Talos Incident Response mengungkapkan fakta mengejutkan, ransomware dan BEC kini menyumbang hingga 60% dari total serangan yang menimpa bisnis.
Ransomware, jenis malware yang mengenkripsi data korban dan meminta tebusan untuk mengembalikan akses, semakin menjadi momok bagi dunia bisnis.
Kontribusi ransomware terhadap serangan bisnis bahkan mencapai 30% pada kuartal ini, meningkat signifikan dari 22% pada kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Bosan Diganggu Panggilan Tak Dikenal? Begini Cara Blokirnya
Meningkatnya angka ini menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber semakin lihai dalam mengeksploitasi kelemahan sistem dan jaringan perusahaan.
Laporan tersebut mengungkap fakta menarik bahwa perusahaan teknologi menjadi sasaran utama serangan ransomware dan BEC.
Hal ini tidak mengherankan mengingat perusahaan teknologi memiliki sejumlah aset digital yang sangat berharga dan infrastruktur yang kompleks.
Keberadaan aset digital yang luas membuat perusahaan teknologi memiliki toleransi yang sangat rendah terhadap downtime (waktu henti sistem).
Akibatnya, mereka seringkali rela membayar tebusan dalam jumlah besar demi memulihkan operasional secepat mungkin.
Selain itu, perusahaan teknologi seringkali dianggap sebagai pintu masuk ke industri lain, dengan membobol sistem perusahaan teknologi, pelaku kejahatan siber dapat memperoleh akses ke data sensitif dari berbagai industri lain yang bermitra dengan perusahaan tersebut.
Baca Juga: Poco Indonesia Beri Tanggapan Terkait Kasus Smartphone Meledak Saat Dicas
Faktor Penyebab Serangan Siber Meningkat
- Kurangnya Implementasi MFA: Laporan Talos menunjukkan bahwa 80% korban serangan ransomware tidak memiliki implementasi multi-factor authentication (MFA) yang memadai pada sistem penting, termasuk jaringan privat virtual (VPN).
MFA merupakan lapisan keamanan tambahan yang sangat efektif dalam mencegah akses tidak sah. - Kelemahan Keamanan Sistem: Banyak perusahaan masih memiliki sistem yang rentan atau salah konfigurasi.
Hal ini memberikan celah bagi pelaku kejahatan siber untuk menyusup ke dalam sistem dan melancarkan serangan. - Peningkatan Keterampilan Pelaku Kejahatan Siber: Pelaku kejahatan siber terus mengembangkan teknik dan alat yang semakin canggih untuk melancarkan serangan.
Mereka juga semakin terorganisir dan bekerja sama dalam jaringan yang lebih luas.
Langkah-Langkah Pencegahan
Untuk melindungi bisnis dari serangan ransomware dan BEC, perusahaan perlu melakukan beberapa langkah pencegahan, antara lain:
- Implementasi MFA: Wajibkan penggunaan MFA untuk semua akun yang memiliki akses ke sistem penting.
- Pembaruan Perangkat Lunak secara Berkala: Pastikan semua perangkat lunak dan sistem operasi selalu diperbarui dengan patch keamanan terbaru.
- Pelatihan Kesadaran Keamanan Siber: Tingkatkan kesadaran karyawan tentang ancaman siber dan cara mencegahnya.
- Backup Data secara Berkala: Lakukan backup data secara teratur dan simpan di tempat yang aman.
- Insiden Response Plan: Siapkan rencana respons insiden yang komprehensif untuk menghadapi serangan siber.
Baca Juga: Tanpa Aplikasi ! Berikut Ini 5 Cara Download Video dari Facebook
Ancaman siber semakin kompleks dan canggih. Perusahaan perlu proaktif dalam melindungi aset digital mereka dengan menerapkan langkah-langkah keamanan yang komprehensif.
Dengan bekerja sama, kita dapat mengurangi risiko serangan siber dan menjaga keamanan dunia digital. ***
Editor : Ajiv Ibrohim