Radarbangkalan.id - Setelah mengamati setiap ponsel pintar Pixel sejak debutnya pada 2016, ada sesuatu yang membuat Seri Pixel 9 menonjol sebagai bukti kematangan teknologi Google.
Hal ini tidak hanya terletak pada satu fitur tertentu, melainkan merupakan hasil dari berbagai peningkatan yang telah dilakukan selama tiga tahun terakhir—sejak Google mulai menyematkan Prosesor Tensor ke dalam perangkat ini untuk mendukung perangkat lunaknya yang canggih.
Kombinasi perangkat keras yang disempurnakan, komponen internal yang kuat, dan perangkat lunak yang inovatif telah menghasilkan ponsel yang mampu bersaing dengan produk dari Samsung dan Apple.
Namun, semua keunggulan ini dibarengi dengan kenaikan harga yang signifikan. Dengan banderol harga $799 untuk Pixel 9, $999 untuk Pixel 9 Pro, dan $1.099 untuk Pixel 9 Pro XL,
seri ini menjadi jajaran Pixel termahal hingga saat ini. Meski demikian, penting untuk diingat bahwa ponsel pintar berkualitas tinggi masih dapat diperoleh dengan harga di bawah $500, termasuk perangkat dari Google seperti Pixel 8A.
Bagi konsumen yang siap menginvestasikan lebih banyak uang untuk perangkat teknologi penting, seri Pixel 9 menawarkan pengalaman kamera ponsel terbaik yang dapat dibeli saat ini.
Selain itu, Pixel 9 juga memberikan gambaran menarik tentang bagaimana teknologi kecerdasan buatan (AI) semakin meresap dalam kehidupan pribadi kita—entah ini adalah perkembangan yang diinginkan atau tidak.
Desain yang Memikat Desain Pixel 9 yang ditingkatkan memberikan tampilan yang lebih elegan. Pelindung kamera ikonik yang telah menjadi ciri khas sejak Pixel 6 kini hadir dalam bentuk pil yang lebih halus.
Identitas "Pixel" tetap terlihat jelas, terutama dengan pilihan warna merah muda yang menarik perhatian. Berbeda dengan banyak merek lain, pilihan warna cerah ini tidak terbatas pada model "non-Pro".
Desain tonjolan kamera juga tidak mengganggu; ponsel tetap stabil saat diletakkan di atas permukaan datar,
yang menjadi kelebihan tersendiri. Panel layar datar dan tepi yang datar membuatnya nyaman digenggam,
mengurangi risiko sentuhan tidak sengaja yang sering terjadi pada ponsel dengan layar melengkung.
Perlu diperhatikan bahwa model Pro memiliki tepi mengilap yang rentan terhadap sidik jari, sehingga perlu lebih sering dibersihkan.
Dalam hal keamanan, Google telah membekali model Pixel 9 dengan pemindai sidik jari ultrasonik dalam layar yang lebih andal dibandingkan dengan sensor optik yang digunakan pada model sebelumnya.
Pixel juga tetap menjadi satu-satunya ponsel Android dengan pemindai wajah yang aman, memberikan dua opsi biometrik untuk penggunanya.
Untuk pertama kalinya, pengguna kini memiliki pilihan ukuran pada model Pixel 9 Pro—6,3 inci atau 6,8 inci untuk model XL.
Ini berarti pengguna tidak perlu lagi merasa kehilangan fitur hanya karena memilih ponsel yang lebih kecil.
Meski memiliki tangan yang besar, banyak yang menyukai ukuran dan kenyamanan Pixel 9 Pro, yang terasa ringkas dan mudah digunakan.
Editor : Ubaidillah